JAKARTA-Bisnistoday: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam Donald Trump. Ia mengatakan Presiden Amerka Serikat tersebut telah merusak NATO dengan menciptakan keraguan setiap hari tentang komitmennya terhadap aliansi tersebut.
Dalam wawancara dengan berbagai media kemarin, Trump membuat komentar yang meremehkan NATO. Ia menyebut Organisasi Fakta Pertahanan Atlantik Utara itu sebagai “macan kertas” dan mengancam akan menarik AS keluar darinya.
Trump sangat kritis terhadap aliansi tersebut karena menolak untuk mengindahkan tuntutannya untuk mengamankan Selat Hormuz dengan paksa, yang memicu kemarahan para pemimpin Eropa.
Macron memperingatkan bahwa komentar Trump yang mempertanyakan komitmen AS terhadap aliansi tersebut mengikis substansinya sendiri dan mendesak para pemimpin Eropa untuk bersikap serius.
“Saya percaya bahwa yang menentukan organisasi dan aliansi seperti NATO adalah kepercayaan yang mendasarinya, dan itu sering terjadi, kebetulan, dalam hal militer dan strategis,” katanya selama kunjungan kenegaraan ke Seoul di Korea Selatan, Kamis (2/4/2026).
“Jika Anda meragukan komitmen Anda setiap hari, Anda mengikis kredibilitas Anda sendiri.”
Menurut Macron seorang pemimpin perlu bersikap serius jangan sering bicara kontradiktif. “Anda tidak boleh mengatakan hal yang berlawanan dengan apa yang Anda katakan sehari sebelumnya. Jangan terlalu banyak omong.”
Menurut penilaian Macron sangat tidak realistis untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan paksa. Hal itu, menurutnya, akan membuat angkatan laut rentan mendapat serangan. Macron mengatakan pengamanan selat itu harus berkoordinasi dengan Iran setelah gencatan senjata.
Tuai kecaman
Sejumlah negara NATO seperti Spanyol dan Prancis menolak terlibat dalam perang melawan Iran sehingga membuat Trump kecewa. “Jadi saya telah belajar tentang NATO. Mereka tidak akan ada di sana (terlibat perang) jika kita pernah mengalami krisis besar. Anda tahu maksud saya krisis besar itu,” tambah Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Para politisi di Prancis geram dengan komentar Trump. Yaël Braun-Pivet, ketua majelis rendah parlemen Prancis mengatakan “Saat ini kita sedang membahas masa depan dunia. Saat ini di Iran, kehidupan jutaan orang terdampak. Mereka tewas di medan perang, sementara ada presiden yang tertawa mengejek orang lain,” katanya kepada lembaga penyiaran publik Franceinfo.//


