www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Rebound IHSG Berlangsung, Harapan Baru Investor Saham
HEADLINE NEWS

Rebound IHSG Berlangsung, Harapan Baru Investor Saham

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai apakah rebound yang terjadi saat ini merupakan awal dari perbaikan sentimen atau sekadar technical rebound setelah penurunan yang cukup dalam.

Sementara, pada perdagangan Senin (16/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melejit 4,12% ke level 6.254,96.Walau begitu, investor asing masih tercatat net sell sebesar Rp106 miliar.

Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan yang terjadi saat ini masih didominasi oleh faktor technical rebound. Namun demikian, menurutnya pergerakan tersebut bukan tanpa dukungan perkembangan fundamental yang lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Penguatan yang terjadi saat ini masih didominasi oleh technical rebound. Namun, rebound tersebut bukan tanpa dasar karena mulai terlihat tanda-tanda bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia yang lebih tegas serta de-eskalasi ketegangan geopolitik turut membantu menstabilkan nilai tukar rupiah dan yield obligasi. Meski demikian, arus modal asing masih cenderung selektif,” ujar Rully.

Sebelumnya, pasar keuangan domestik menghadapi tekanan akibat pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi tersebut mendorong kenaikan risk premium Indonesia yang pada akhirnya membebani valuasi pasar saham.

Menurut Rully, keberlanjutan penguatan IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan sejumlah indikator makro yang menjadi perhatian investor, terutama pergerakan nilai tukar rupiah dan yield obligasi pemerintah.

“Jika rupiah mampu bertahan menguat dan yield SBN tenor 10 tahun turun secara bertahap dari level puncaknya di atas 7,3% menuju kisaran yang lebih rendah, premi risiko Indonesia akan menurun. Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham,” jelasnya.

Ke depan, pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan sentimen global, arah kebijakan moneter, serta stabilitas pasar keuangan domestik. Meskipun tanda-tanda perbaikan mulai terlihat, investor masih menunggu konfirmasi yang lebih kuat bahwa penurunan risk premium dan stabilisasi rupiah dapat berlanjut secara berkelanjutan sebelum optimisme terhadap pasar kembali menguat.

Dorongan Sentimen Positif

Rully mengutarkana, apresiasi Rupiah menuju kisaran 17.700 dalam beberapa hari terakhir telah mengurangi tekanan langsung kepada BI untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, terutama setelah kenaikan pre emptive ke 5,50% pada awal bulan ini. Koreksi harga Brent ke area awal USD 80/barel ikut memangkas risk premium minyak, meredakan kekhawatiran inflasi impor dan beban subsidi energi.

“Ke depan, kami memperkirakan BI akan tetap sangat bergantung pada data, dengan arah Rupiah dan sentimen risiko global sebagai pemicu utama keputusan kebijakan. Bank sentral kemungkinan akan memanfaatkan seluruh bauran instrumen untuk mendorong USD/IDR menuju kisaran kenyamanan sekitar 16.800–17.500, seiring meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak yang membuka ruang lebih besar bagi stabilisasi nilai tukar dalam jangka pendek–menengah.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri Nusron
HEADLINE NEWSNasional

Menteri Nusron Ingatkan Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan Untuk Masyarakat

SURABAYA, Bisnistoday - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memasuki...

Singkong
HEADLINE NEWS

Dorong Daya Saing IKM Pangan Berbasis Agro Komoditas Singkong

JAKARTA, Bisnistoday- Singkong menjadi komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi...

Proyek Masela
EnergiHEADLINE NEWS

Proyek Strategis LNG Abadi Masela Untuk Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

Investment Grade Indonesia Aman, Waspadai Risiko Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan S&P Global...