www.bisnistoday.co.id
Rabu , 17 Juni 2026
Home OPINI Gagasan Secercah Harapan Muncul, Semoga Badai Ekonomi Segera Berlalu
Gagasan

Secercah Harapan Muncul, Semoga Badai Ekonomi Segera Berlalu

Dream Job
Social Media

BELUM LAMA INI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan perlunya disiplin fiskal.  Dengan perkembangan baru harga minyak turun karena faktor eksternal ekspektasi damai akan terwujud, maka indikator-indikator ekonomi, seperti nilai tukar dan harga saham kian membaik.  “Alhamdulillah ada good news untuk kita semua,” dalam akun Twitternya.

Ada berita baik harga minyak Brent terus menurun. Harga minyak pada puncak krisis perang mencapai 120 dollas AS per barrel dan kini sudah turun lagi sekitar 4 persen menjadi 80 dollar AS per barrel.  Harga minyak Brent ini menyentuh level terendah dalam dua bulan setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai.

Pihak Trump sangat ingin berdamai sebab publik AS juga tertekan dengan kenaikan harga minyak tersebut. Pihak Trump ingin mengakhiri konflik Timur Tengah dalam rangka membuka kembali Selat Hormuz dan perang tidak memberikan efek apa-apa terhadap popularitas Trump. Penutupan selat ini menjadi biang kerok harga minyak naik tinggi sekali.

Responsif Kebijakan Fiskal

Lalu bagaimana faktor dalam negeri?  Kritik yang cukup keras dari berbagai pihak terhadap pemerintahan Prabowo adalah disiplin fiskal.  Jika dilihat dari laporan yang ada, kondisi fiskal cukup baik dengan pendapatan dan pengeluaran masih dalam toleransi yang memadai, terutama dalam defisit yang terjadi sampai tengah tahun seakarang ini.

Defisit fiskal sampai bulan Mei 2026 relatif terjaga pada angka 0,7 persen terhadap PDB.  Mudah-mudahan ini terus terjaga sampai pada kuartal 2 yang akan datang.  Pada kasus MBG, pemerintah sudah menurunkan total angaran tinggal Rp268 triliun rupiah dan diperkirakan akan turun lagi karena pemerintah berjanji akan fokus pada  daeran 3T.

Tidak hanya itu, defisit fiskal hampir satu semester ini bisa dijaga karena dari sisi pendapatan juga ada peningkatan penerimaan pajak dan non-pajak.  Pembiayaan fiskal sangat penting karena menjadi penyangga rencana defisit APBN, yang ditargetkan presdien tidak boleh lebih dari 3 persen.  Bahkan presiden menargetkan defisit lebih kecil dari 3 persen tetapi belum bisa disanggupi oleh Menteri Keuangan.

Paham Sosialisme

Pada sisi belanja, pemerintah Prabowo memang cenderung menuju sosialisme dengan peran negara yang lebih besar.  Program priorotas yang memang dicanangkan dalam kampanye adalah pangan dan energi. Berdasarkan sektor, pengeluaran terkait dengan ketahanan pangan meningkat sebesar 76 perssen (YoY), terutama alokasi untuk petani dan pangan rakyat dan untuk subsidi pupuk dan BULOG.

Selain itu, ada pengeluaran bulanan untuk  subsidi dan kompensasi melonjak sampai  208 persen (YoY).  Pencairan dana untuk program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG), yang realisasinya telah mencapai Rp86,6 triliun. Ini yang menjadi target kritik dari berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri.

Arahnya Sudah Membaik

Jadi, dengan data-data faktual ini menurut saya kebijakan fiskal masih bisa dijaga dengan disiplin yang lebih baik. Beberapa catatan yang harus diperhatikan adalah dana daerah, perbaikan cortex dan masalah restitusi.  Dengan demikian, persepsi pasar terhadap fiskal bisa lebih jujur dan obyektif sehingga nilai tukar dan saham menjadi lebih baik lagi ke depan, apalagi faktor eksternal juga mulai mereda.

Pasar modal dan nilai tukar negara tetangga tidak mengalami guncangan serius sehingga kita tidak harus menerima kenyataan pahit dari persepsi pasar yang negatif. Meskipun ada kecenderungan perbaikan dalam perkembangan ekonomi, tetapi nasehat SBY tetap penting disimak.

Presiden SBY hadir di publik beberapa waktu terakhir ini dengan memberikan saran yakni terus  menjaga kepercayaan pasar dan menjaga disiplin fiskal, serta kebijakan moneter yang sahih.  Jika pasar melihat konsistensi kebijakan, tata kelola fiskal dan pemerintahan yang baik, dan komunikasi pemerintah yang kredibel, maka kepercayaan lambat laun akan pulih.

Jakarta, 17 Juni 2026

Oleh : Prof. Didik J Rachbini, Ph.D., Ekonom Senior Indef dan Rektor Universitas Paramadina

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KTT BRICS+
Gagasan

Ketika “The President’s Men” Mengalahkan Peraih Adhi Makayasa

JAKARTA, Bisnistoday - Pada penutupan Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVI Tahun 2026 di...

Krisis
Gagasan

“Sense of Crisis” Lemah Ditengah Tekanan Berat Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday – Pasar modal terjungkal habis dan sudah mendekati krisis 2008....

Program MBG
GagasanOPINI

Basmi “Rent Seeking”, Saatnya Reformasi Kelembagaan Badan Gizi Nasional dan Tata Kelola Program MBG

RAKYAT mengharapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berkembang dari sekadar program...

Logo BGN
Gagasan

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

JAKARTA, Bisnistoday - Belakangan ini publik disuguhi sejumlah kabar yang menimbulkan pertanyaan...