Rida Sita Dewi (RSD) adalah grup vokal perempuan yang sangat populer di Indonesia pada era 1990-an. Dibentuk oleh tiga penyanyi berbakat asal Bandung, yaitu Rida Farida, Sita Nursanti, dan Dewi Lestari Simangunsong (Dee), trio ini dikenal karena perpaduan harmoni suara yang khas dan lagu-lagu bertema kehidupan yang mendalam.
Perjalanan Karier Musik
Terbentuknya
Rida, Sita, dan Dewi awalnya hanya bernyanyi untuk hobi dan menjadi vokal latar bagi musisi lain. Seiring waktu, mereka sepakat membentuk grup vokal bernama Rida Sita Dewi di bawah bimbingan Adjie Soetama dan Adi Adrian, yang kemudian memproduseri album pertama mereka.
Kesuksesan di Era 1995–2003
Debut mereka dimulai dengan album Antara Kita yang melahirkan lagu hit seperti “Antara Kita,” “Masih Ada,” dan “Satu Bintang di Langit Kelam.” Lagu-lagu ini menampilkan sentuhan jazz, folk, dan country yang menjadi ciri khas RSD.
Album kedua bertajuk Bertiga menghadirkan lagu-lagu bernuansa country, termasuk “Datanglah,” yang menjadi favorit pendengar.
Dalam perjalanan kariernya, mereka juga merilis lagu “Kusadari” yang sempat menduduki tangga musik Indonesia.
Pada akhir era 90-an, mereka merilis album kompilasi terbaik berjudul The Best Of Rida Sita Dewi, yang mencakup lagu-lagu populer seperti “Kepadamu” dan “Tak Perlu Memiliki.” Sayangnya, penjualan album ini tidak memenuhi target, tetapi tetap menjadi kenangan manis bagi penggemar mereka.
Bubar dan Reuni
Pada tahun 2003, RSD memutuskan untuk bubar. Namun, mereka reuni pada tahun 2012 dengan merilis dua lagu baru, salah satunya adalah “Langit Amat Indah,” yang menjadi bagian dari soundtrack film Perahu Kertas.
Reuni kembali terjadi di Prambanan Jazz Festival tahun 2017 dan 2019, di mana mereka tampil memukau dengan lagu-lagu ikonik yang membawa nostalgia bagi penggemar lama sekaligus memperkenalkan mereka kepada generasi baru.
Warisan Musik Rida Sita Dewi
Hingga kini, RSD tetap diingat sebagai salah satu grup vokal perempuan yang berhasil memadukan kualitas vokal dengan lirik-lirik bermakna. Mereka tidak hanya menyuguhkan musik, tetapi juga menginspirasi generasi baru untuk mengeksplorasi genre yang tidak biasa dalam musik Indonesia.
















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)

























