JAKARTA, Bisnistoday – PT Bank Danamon Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 dengan hasil seluruh agenda rapat disetujui pemegang saham, termasuk pembagian dividen tahun buku 2025 serta perubahan susunan direksi dan komisaris.
Komisaris Utama Perseroan, Yasushi Itagaki, mengatakan keputusan RUPST mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga tata kelola yang baik sekaligus memperkuat arah pertumbuhan ke depan. Ia menegaskan Danamon akan terus berupaya meningkatkan kepercayaan nasabah dan berkontribusi terhadap industri jasa keuangan nasional.
Salah satu keputusan penting dalam RUPST tersebut adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp142,19 per saham atau sekitar Rp1,4 triliun. Nilai tersebut setara dengan 35% dari laba bersih setelah pajak tahun buku 2025 yang mencapai Rp4,0 triliun. Informasi detail jadwal pembayaran dividen akan diumumkan kemudian oleh perseroan.
Selain dividen, RUPST juga menyetujui perubahan jajaran manajemen. Masa jabatan sejumlah pengurus berakhir pada penutupan RUPST, termasuk Direktur Utama Daisuke Ejima dan Wakil Direktur Utama Honggo Widjojo Kangmasto yang tidak diangkat kembali.
Pemegang saham kemudian menunjuk Nobuya Kawasaki sebagai Direktur Utama yang telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan melalui uji kemampuan dan kepatutan.
Pada jajaran komisaris, RUPST menyetujui pengangkatan Takeo Shimotsu sebagai Komisaris dan Muliadi Rahardja sebagai Komisaris Independen, efektif setelah mendapat persetujuan regulator.
Perseroan juga mengangkat kembali anggota dewan komisaris, direksi, serta dewan pengawas syariah lainnya untuk masa jabatan hingga RUPST 2029.
“Atas nama Dewan Komisaris, saya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus yang telah menyelesaikan masa jabatannya dan selamat bertugas kepada pengurus baru,” ujar Itagaki.
Dengan komposisi baru tersebut, Danamon menargetkan kesinambungan strategi pertumbuhan sebagai bagian dari grup MUFG. Perseroan menilai penguatan manajemen dan konsistensi pembagian dividen menjadi sinyal positif bagi investor sekaligus memperkuat posisi bank dalam mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan di Indonesia.


