www.bisnistoday.co.id
Kamis , 6 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Sektor Energi Kembali Dorong Menguatan IHSG
Bursa

Saham Sektor Energi Kembali Dorong Menguatan IHSG

IHSG menguat
IHSG pada perdiagangan Selasa (27/02) ditutup menguat tipis
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (06/9) ditutup menguat 4,24 poin ke posisi 6.995,95. Sementara indeks LQ45 turun 1,47 poin ke posisi 967,19. Penguatan kali ini dipicu oleh naiknya harga saham sektor energi.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (06/9) menyebutkan, pada perdagangan hari ini IHSG ditutup menguat, sementara bursa global bergerak variatif dan cenderung melemah. Hal itu tak lepas dari International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan suku bungan global akan tetap tinggi hingga tahun 2024 bahkan akan berlanjut hinga tahun 2025.

Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh melonjaknya harga minyak mentah Brent yang naik di atas 90 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, serta WTI yang naik hingga 86 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak mentah tentu memberikan hambatan bagi perekonomian global, tidak terkecuali negara-negara di Asia dan akan menekan inflasi, yang tentunya memberikan ancaman bahwa suku bunga acuan tetap tinggi ataupun dinaikkan tak terkecuali suku bunga acuan The Fed.

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat yaitu dipimpin sektor energi sebesar 2,41 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 1,46 persen dan 1,08 persen.

Sedangkan, enam sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor properti yang turun minus 0,93 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer minus 0,55 persen dan sektor barang konsumen primer minus 0,36 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KLAS, APEX, OMED, MEDC dan CUAN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni HAJJ, PACK, WIDI, LMAX dan HALO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.159.499 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,74 miliar lembar saham senilai Rp10,19 triliun. Sebanyak 240 saham naik, 278 saham menurun, dan 241 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 204,19 poin atau 0,62 persen ke 33.241,00, indeks Hang Seng melemah 6,93 poin atau 0,04 persen ke 18.449,98, indeks Shanghai melemah 3,71 poin atau 0,12 persen ke 3.158,08, dan indeks Strait Times melemah 3,95 poin atau 0,12 persen ke 3.222,88./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...