www.bisnistoday.co.id
Minggu , 20 September 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Gianni Infantino dapat Dukungan dari Petinggi FIFA
Sport & Health

Gianni Infantino dapat Dukungan dari Petinggi FIFA

UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) siap melumpuhkan FIFA atau membuat kompetisi tandingan jika Infantino tidak mundur.

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi krisis kepemimpinan setelah sejumlah federasi di Eropa (UEFA), Asia (AFC), dan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Kepulauan Karibia (Concacaf) mengancam akan mengambil tindakan tegas terkait rencana hak komersial yang diusulkannya.

Namun, sejumlah pimpinan FIFA menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap Infantino, beberapa hari setelah ia terpaksa membatalkan rencana penjualan hak komersial tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah pertemuan di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut diadakan menyusul tekanan yang meningkat dari UEFA dan konfederasi lainnya yang mengancam akan menggagalkan rencana pemilihan kembali Infantino untuk masa jabatan keempat pada Kongres FIFA bulan Maret mendatang.

Dalam sebuah pernyataan, FIFA menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom dan anggota dewan manajemen menegaskan kembali dukungan mereka kepada Infantino sebagai “satu-satunya pejabat yang dipilih oleh 211 Asosiasi Anggota FIFA”.

Infantino membalas dukungan tersebut dengan menyatakan dukungannya kepada Grafstrom dan jajaran administrasi FIFA.

Akui kesalahan

Para petinggi FIFA mengakui adanya “kesalahan” terkait proposal FIFA Forward Enterprise yang kini telah ditarik kembali. Proposal tersebut sedianya akan menjual 20 persen saham dalam badan hak komersial baru kepada investor swasta untuk menggalang dana sebesar US$4,2 miliar, serta melibatkan perusahaan yang memiliki hubungan keluarga dengan Presiden AS Donald Trump.

FIFA menyatakan bahwa permintaan maaf telah disampaikan melalui surat terpisah kepada dewan pengurus dan asosiasi anggota, yang akan diikuti dengan peninjauan dan penyusunan laporan. Organisasi tersebut menambahkan bahwa mereka tidak akan lagi menoleransi serangan apa pun terhadap integritasnya” dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela reputasinya.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah terjadinya perbedaan pendapat secara terbuka selama beberapa hari.

UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino dan melayangkan “surat permintaan penyimpanan dokumen”  agar tidak menghilangkan barang bukti kepada FIFA. Penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri sebagai bentuk protes.

Surat kabar The Times melaporkan bahwa UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) siap melumpuhkan FIFA atau membuat kompetisi tandingan jika Infantino tidak mundur, meskipun sejumlah federasi—termasuk Qatar dan beberapa asosiasi dari Afrika—telah menyatakan dukungan secara terbuka kepadanya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Penampilan tim voli putri Indonesia saat melawan Jepang di Asian Games 2026 (Dok:Antara)
Sport & Health

Kontingen Indonesia Tampilkan Budaya Batak di Pembukaan Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Asian Games ke-20, resmi dibuka Sabtu (19/9/2026) sore ini,...

Petenis Jerman, Alexander Zverev (dok:Reuters)
Sport & Health

Kalahkan Ben Shelton, Alexander Zverev Raih Trofi AS Terbuka

JAKARTA, Bisnistoday – Petenis Jerman Alexander Zverev akhirnya meraih gelar AS Terbuka...

Ketua PP PBVSI Imam Sudjarwo (tengah) saat melepas keberangkatan tim voli Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026. (dok:Adi/Bisnistoday)
Sport & Health

Tim Voli Pantai Putra Bidik Medali Emas di Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI)...

Sport & Health

Bambang Widjanarko Setio: Sabuk Emas Kapolri Jadi Momentum Lahirnya Juara Baru Tinju Profesional Indonesia

Jakarta, Bisnistoday -Perhelatan Olahraga bertajuk Perebutan Sabuk Emas Kapolri, tidak hanya menjadi tontonan...