JAKARTA, Bisnistoday – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berupaya melakukan dorong produksi untuk mencapai produksi migas 1 juta BOPD dan 12 BSCFD serta meningkatkan multiplier effect industri hulu migas. Guna mewujudkanya, salah satunya dengan menggelar Supply Chain & National Capacity Summit ini mengusung tema “Navigating Long Term Plan Through Integrated Supply Chain for National Capacity Building.”
“Dalam upaya mencapai target tersebut, Industri hulu migas merencanakan kegiatan masif dan agresif yang akan memberikan peluang dan tantangan terhadap pengelolaan rantai suplai,” ungkap Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dalam Acara pembukaan Supply Chain Management and National Capacity Summit 2024 di Jakarta, Rabu (14/8).
Dwi mengutarkana, untuk tahun 2024 ini, SKK Migas menargetkan nilai investasi sebesar US$16.1 miliar atau Rp. 242 Triliun, yang artinya terjadi peningkatan investasi sebesar 17% dibandingkan tahun 2023 yang lalu, yang tercatat sebesar US$13.7 miliar atau sebesar Rp. 206 Triliun,
“Kegiatan pemboran pengembangan secara masif. Dimana pada tahun 2024 ini ditargetkan mampu mencapai 932 sumur, atau naik sebesar 388% dari realisasi tahun 2020 yang hanya mencapai 240 sumur,” terangnya.
Proyek Senilai Fp.543 Triliun
Dwi mengatakan, portfolio Industri Hulu Migas kita hingga tahun 2029 nanti, telah memiliki 141 Proyek dengan total investasi US$ 36.25 Miliar atau setara Rp. 543 Triliun, yang terdiri dari 6 Proyek Strategis Nasional dengan total investasi sebesar US$ 32.47 Miliar atau sebesar Rp 487 Triliun, dan 135 Proyek Non PSN, dengan nilai total nilai investasi sebesar US$ 3.78 Miliar atau sebesar Rp. 57 Triliun,
“Kita telah menyaksikan penandatanganan 8 Contract Signing dengan total nilai mencapai US$ 428 juta atau setara dengan 6,7 triliun rupiah, 1 MoU Signing, 2 Perjanjian Kerja Sama, dan 10 GSA Signing dengan total nilai US$ 1.2 miliar atau setara dengan 18,9 triliun rupiah,” tuturnya.
“Nantinya kita juga akan menyaksikan Grand Launching IOG e-commerce,COO Forum, 3 Talkshows, 4 Focus Group Discussions, 3 Awards & Appreciation, SCM Paper Presentation, Innovative Product Sharing, Exhibition, Coaching Clinic dan lain-lain.”
Penguatan Rantai Suplai
Dwi menjelaskan, seluruh rangkaian acara ini fokus untuk membahas penguatan rantai suplai industri hulu migas melalui pengembangan kapasitas nasional. Perlu diketahui bahwa persentase capaian TKDN per 31 Juli 2024 adalah sebesar 61,15% atau diatas target komitmen TKDN tahun 2024 sebesar 57%.
Rantai suplai yang efektif dan efisien merupakan pondasi dari pencapaian industri migas. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa rantai suplai kita tidak hanya tangguh dalam menghadapi ketidakpastian, tetapi juga cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan perubahan pasar global dan kebutuhan domestik.
Dorong Transformasi Digital
Dwi mengatakna, salah satu hal yang sangat powerful untuk mendukung hal tersebut adalah transformasi digital dalam pengelolaan rantai suplai dan peningkatan kapasitas nasional. Digitalisasi pengelolaan rantai suplai merupakan salah satu pilar Rencana Strategis hulu migas dan selaras dengan arahan Pemerintah. Untuk itu, SKK Migas mengimplementasikan IOG E-Commerce yang dimulai untuk pengadaan barang/peralatan dengan nilai sampai 1 miliar rupiah.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mempercepat pengadaan dan memperluas informasi ketersediaan kebutuhan operasi tetapi juga membuka pasar lebih luas bagi penyedia barang mulai tingkat provinsi sampai di tingkat nasional. Diharapkan, pasar yang lebih terbuka akan menciptakan kompetisi yang sehat, efisien dan harga yang wajar.
Selain itu, ekosistem pendukung IOG e-commerce diharapkan tumbuh seiring dengan intensitas transaksi, dengan fokus pada pengutamaan produk dalam negeri dan peningkatan multiplier effect.
Dapat kami laporkan bahwa antusiasme pelaku rantai suplai hulu migas untuk menggunakan e-commerce ini cukup tinggi. Sebelum grand launching platform ini dilakukan, sudah ada 132 penyedia barang mendaftar dan 2425 item barang yang didaftarkan dalam IOG e-Commerce. Per hari ini sudah 28 KKKS yang bertransaksi dengan IOG e-Commerce. SKK Migas berkomitmen memastikan kewajiban penggunaan oleh KKKS dan pengembangan berkelanjutan terhadap IOG e-Commerce.
Saat ini industri hulu migas juga menghadapi tantangan untuk mendapatkan informasi harga komoditas utama yang akurat di tengah fluktuasi harga dari waktu ke waktu akibat beragam faktor eksternal./









































