JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai persoalan terbesar yang saat ini menekan generasi muda adalah sektor ketenagakerjaan. Indikator penciptaan lapangan kerja menunjukkan tren yang kurang menggembirakan.
“Gen Z dan milenial mencakup hampir 60 persen populasi nasional, sehingga wajar apabila kelompok ini menjadi pihak yang paling terdampak oleh kebijakan ekonomi dan seharusnya ikut menentukan arah pembangunan,” kata Faisal saat acara Youth Economic Summit 2025 di Jakarta, Sabtu (15/11/2025).
Faisal menilai berbagai indikator menunjukkan bahwa keyakinan terhadap penciptaan lapangan kerja melemah, pertumbuhan pekerjaan formal masih jauh lebih rendah dibandingkan sektor informal, dan upah riil mengalami penurunan.
Kondisi tersebut memberikan dampak nyata bagi generasi muda yang akan memegang peranan penting dalam membentuk arah perekonomian nasional di masa mendatang.
Oleh sebab itu, isu-isu ekonomi perlu semakin dekat dengan anak muda agar mereka dapat memahami, merespons, dan turut berkontribusi dalam proses pembentukan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan generasi mereka.
Menanggapi kecenderungan meningkatnya minat anak muda pada wirausaha, terutama di sektor digital seperti konten kreator dan UMKM berbasis platform, Faisal menyatakan bahwa tren tersebut merupakan ciri positif dalam pembangunan menuju negara maju.
Namun, Faisal menuturkan bahwa pertumbuhan entrepreneurship hanya dapat berjalan optimal apabila pemerintah menyediakan regulasi dan ekosistem yang mempermudah proses pendirian dan pengembangan usaha.
Tantangan UMKM pasca-pandemi bukan semata persoalan pembiayaan, melainkan keterbatasan pasar. Faisal menyebutkan bahwa rendahnya permintaan pasar membuat pelaku UMKM khawatir mengambil kredit karena takut tidak mampu mengembalikannya.
Karena itu, menurutnya, pemerintah harus lebih serius mengembangkan pasar domestik dan memastikan daya beli masyarakat terjaga, mengingat sebagian besar UMKM mengandalkan pasar lokal.
Faisal juga mencontohkan negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang sukses dalam membangun ekosistem wirausaha melalui pendampingan pemerintah yang menyeluruh. Mulai dari fase awal pendirian usaha, pembiayaan, manajemen, hingga pemasaran.
Dengan ruang fiskal pemerintah yang semakin terbatas, Faisal menilai energi kreatif anak muda menjadi kunci terciptanya gerakan ekonomi dan industrialisasi baru di Indonesia.
Menjawab persoalan di atas, CORE Indonesia menginisiasi Youth Economic Summit 2025 kembali menjadi ruang diskusi strategis yang menyoroti persoalan-persoalan ekonomi di Indonesia yang kian kompleks di tengah dominasi populasi muda Indonesia.
“Oleh karena itu, diskusi seperti ini penting untuk mendekatkan isu itu. Karena mereka (anak muda) makin banyak populasinya, dan mereka juga menghadapi masalah-masalah ekonomi yang mestinya harus dipecahkan,” terang Faisal.
Faisal berharap acara tersebut tidak berhenti pada wacana, tetapi melahirkan aksi nyata. Ia mendorong generasi muda untuk memulai inisiatif ekonomi berskala kecil namun berdampak, terutama yang dapat membuka lapangan kerja baru. (E2-Novita Lestari)



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)


















