JAKARTA, Bisnistoday – Polini, brand fashion lokal spesialis pakaian dalam dan anak, berhasil menyabet penghargaan Brand Indonesia Excellence Award 2025 untuk kategori Fashion Accessories. Penghargaan ini membuktikan dominasi Polini di pasar digital dengan lebih dari 1,59 juta transaksi di marketplace ternama.
Industri fashion Indonesia, khususnya pakaian dalam dan anak, terus tumbuh pesat didorong populasi muda dan gaya hidup modern. Polini berhasil memanfaatkan peluang ini lewat produk berkualitas dengan harga terjangkau untuk segmen menengah.
Sejak 2020, Polini gencar membangun kehadiran di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop melalui official store. Flash sale, bundling produk, dan konten kreatif menjadi senjata ampuh mereka menarik minat konsumen digital.
“Kami fokus pada keseimbangan: kualitas premium dengan harga terjangkau,” ujar Caroline, Wakil Direktur PT Polin Jaya, di Jakarta, baru-baru ini.
Filosofi ini membuat Polini diterima pasar massal tanpa kompromi kualitas. Polini tak hanya jual produk, tapi juga bangun hubungan emosional lewat respons cepat di media sosial dan inovasi sesuai kebutuhan lokal. Strategi ini mengubah Polini dari sekadar brand menjadi mitra terpercaya keluarga Indonesia.
Dengan 123 ribu pengikut setia di marketplace dan 8.000+ ulasan positif, Polini membuktikan dominasinya. Mereka juga rajin ikuti program seperti Harbolnas untuk jangkau lebih banyak konsumen.
Penghargaan diberikan berdasarkan riset ketat terhadap 8.791 brand dengan parameter: aset digital, kesadaran merek, dan rating konsumen. Polini unggul dengan skor di atas 80 dan rating 4.5/5.
“Brand harus punya 100.000+ transaksi dan official store aktif untuk lolos seleksi,” jelas Susilowati Ningsih, CEO Infobrand, selaku penyelenggara Brand Indonesia Excellence Award 2025. Polini memenuhi semua kriteria plus nilai tambah inovasi produk.
Kemenangan Polini jadi bukti brand lokal bisa saingi pemain global dengan strategi digital tepat. Mereka inspirasi UMKM lain untuk go online secara profesional.
“Penghargaan ini bukan garis finish, tapi awal untuk ekspansi lebih besar,” tutup Caroline. Polini berencana perluas jangkauan ke pasar ekspor sambil pertahankan kualitas andalan.

