JAKARTA, Bisnistoday – Semangat Sumpah Pemuda kini menemukan wujud barunya di era digital. Jika pada 1928 para pemuda bersatu demi cita-cita kemerdekaan, kini generasi muda Indonesia bersatu melalui inovasi dan teknologi untuk membangun negeri.
Semangat itulah yang dihidupkan BINUS @Kemanggisan dalam Techvolution: Youth Innovate Day, sebuah ajang perayaan kreativitas dan inovasi digital yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata bagi Indonesia.
120 karya inovasi teknologi turut ditampilkan, mulai dari aplikasi pembelajaran bahasa daerah, Virtual Reality Diplomacy, hingga Architecture Psychology, seluruh karya ini mencerminkan keberagaman ide dan pendekatan lintas disiplin yang kreatif serta berdampak.
Berbagai karya tersebut dikelompokkan ke dalam berbagai bidang teknologi, antara lain: Artificial Intelligence & Automation, Educational Technology (EdTech), Extended Reality (XR), Smart City & Urban Mobility, Game & Esports, Cyber Security, Internet of Things, Mobile Application dan Digital Biotechnology
Nelly selaku Rektor BINUS University menegaskan, Sumpah Pemuda bukan hanya tentang bersatu dalam keberagaman, tetapi juga tentang mengambil peran untuk membangun bangsa.
“Tidak sedikit di antara mereka yang mengembangkan ide berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat mulai dari solusi edukatif berbasis AI, inovasi lingkungan berkelanjutan, hingga aplikasi yang membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/10)
Selain menampilkan karya mahasiswa, Techvolution juga mencatat prestasi membanggakan dengan diraihnya penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas capaian inovatif yang dihasilkan yaitu Pameran Inovasi Teknologi Terbanyak Karya Civitas Akademika.
“Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tinggi dapat menjadi katalisator lahirnya rekor dan pencapaian yang menginspirasi. Kami terus mendorong lahirnya inovator muda yang berani bermimpi, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa untuk mewarisi semangat Sumpah Pemuda dalam bentuk yang paling relevan untuk zaman ini,” pungkas Nely./


