JAKARTA, Bisnistoday – Suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) diturunkan 25 basis poin (bps) seiring optimisme pasar tenaga kerja negara adidaya ini dinilai kian membaik. Data tenaga kerja yang terus bergerak membaik serta data inflasi yang memperlihatkan perbaikan menuju 2 persen.
Dalam keterangan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam Reuters menyatakan kegiatan ekonomi terus berkembang. “Aktivitas ekonomi terus berkembang dengan pesat,” ucap FOMC, Jumat (8/11).
Selama pertemuan dalam dua hari, pada Kamis (7/11), para pejabat di FOMC menetapkan suku bunga Bank Sentral dalam kisaran 4,50 persen sampai 4,75 persen. Hal ini dinilai merupakan harapan secara luas.
Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell mengutarakan, bahwa Pilpres AS baru baru ini, dimenangkan oleh Donald Trump dari para Republik. Dengan begitu tidak terlalu berdampak dalam waktu dekat.
Powell juga berpendapat, sejumlah risiko penurunan ekonomi mulai berkurang didukung data ekonomi yang kuat. “Komite telah memperoleh keyakinan yang lebih besar bahwa iflasi bergerak berkelanjutan menuju 2 persen,’ urai Kepala Global Short Duration, Dan Siluk.?
Keputusan The Fed ini telah direspon positif pasar, dimana indeks S&P 500 melanjutkan rebound menjadi 0,81 persen. Demikian juga Indeks dollar juga merespon dengan gerak terbatas -0,69 persen serta Euro naik 0,62 persen.
Sementara, tingkat imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun turun ke 4,335 persen, sedangkan untuk imbal hasil obligasi tenor 2 tahun naik ke 4,213 persen./Reuters/










































