www.bisnistoday.co.id
Selasa , 22 September 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Usaha Lokal Raih Transaksi Rp3,87 Miliar di Frankfurt
Sektor Riil

Usaha Lokal Raih Transaksi Rp3,87 Miliar di Frankfurt

Pameran Dagang
Paviliun Indonesia di Pameran Dagang, Frankfurt, Jerman./
Social Media

FRANKFURT, Bisnistoday  – Sebanyak sembilan perusahaan peserta program pendampingan ekspor Local Business Export Coaching (LBEC) ikuti Pameran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman. Pada pameran ini kesembilan peserta tersebut berhasil meraih total transaksi sebesar USD 258,5 ribu atau setara dengan Rp3,87 miliar.

Kesembilan perusahaan yang berpartisipasi di Pameran Ambiente 2024, yaitu Gangga Sukta, Hasibuan Designs, Koloni Timur, Mendong Jaya, Panelindo, Kate Mas Handicraft, Knes Sejahtera, Haramas, dan Anugrah Acyntia Gumilar.

Kesembilan perusahaan itu merupakan bagian dari 32 perusahaan program pendampingan LBEC yang berhasil lolos kurasi Kementerian Perdagangan yang menampilkan 20 produk unggulan di sektor dekorasi rumah dan furnitur berukuran kecil (home décor dan small furniture/HDSF).

“Partispasi peserta LBEC pada Pameran Ambiente 2024 merupakan tindak lanjut dari program LBEC yang telah berjalan selama empat tahun. Diharapkan melalui partisipasi pada pameran ini, produk Indonesia semakin diterima di pasar internasional,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi.

Pameran Ambiente 2024 merupakan pameran antarpelaku usaha (B2B) tahunan terbesar di dunia untuk produk konsumen. Pameran ini terbagi dalam empat fokus produk, yaitu produk ruang makan (dining room), ruang tamu (living room), hadiah (gifts), dan ruang kerja (working).

Pada pameran ini, produk Indonesia ditampilkan pada Paviliun “The Origin” yang menempati aula 10.1 lobi 02. Sebagian produk yang dipamerkan merupakan produk baru yang dihasilkan dari kolaborasi antara LBEC dan program Designers Dispatch Service (DDS) pada 2023.

Paviliun Indonesia dibuka secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Miftah Farid, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu, CBI Managing Director Judith Arends, serta CBI Program Manager Menno Morenc.

LBEC merupakan program pendampingan ekspor hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), serta The Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) dari Kementerian Luar Negeri Belanda.

Program LBEC telah berjalan sejak 2020 melalui mekanisme transfer pengetahuan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas ekspor perusahaan Indonesia ke pasar Eropa dan dunia./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...

Dr Nicolaas Warouw (kiri) dan Dr Andi Achdian seusai acara diskusi di Universitas Nasional, Rabu (26/8/2026) (foto: Adi)
Sektor Riil

Mencari Bentuk Baru Solidaritas Kelas Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan dunia kerja menghadirkan persoalan baru bagi politik kelas...

Peserta Roundtable Discussion “Mewujudkan Aksi Kolaborasi Ekonomi Sirkular dalam Rantai Nilai TPT. (dok:Ist)
Sektor Riil

Percepat Ekonomi Sirkular, Pelaku Rantai Nilai Tekstil Dorong Kolaborasi

JAKARTA, Bisnistoday – Para pelaku industru tekstil yang tergabung dalam Indonesia Business...