JAKARTA, Bisnistoday — Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan berharap buntut aksi demonstrasi bertajuk “Serian Aksi 1812” di depan kantor Gojek Pasaraya Blok M, Jakarta tidak berlanjut ke ranah hukum dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Hal tersebut disampaikan Immanuel usai menerima audiensi Serikat Pekerja Pengemudi Online Bersatu (SPPOB) di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (3/01).
Dalam pertemuan tersebut, Wamenaker mendengarkan aspirasi perwakilan pengemudi online terkait beberapa rekannya yang dimintai klarifikasi oleh pihak kepolisian akibat aksi demonstrasi bertajuk “Seruan Aksi 1812” di depan kantor Gojek Pasaraya Blok M, Jakarta.
Dalam aksi tersebut pengemudi Ojek Online menuntut penolakan terhadap segala bentuk peraturan, tata tertib, kode etik, dan kebijakan sepihak yang dianggap merugikan pengemudi.
“Hari ini kita kedatangan kawan-kawan ojek online. Mereka menyampaikan terkait kawan-kawan mereka yang kemarin mengadakan aksi, kemudian terjadi insiden kecil yang harusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ucap Wamenaker.
Baca juga:Ojol Diminta Tak Lagi Lakukan Unjuk Rasa Terkait BBM Bersubsidi
“Semoga kasus ini tidak melebar ke mana-mana, karena kita ingin Jakarta kondusif, Indonesia kondusif. Kita mau Indonesia lebih baik, karena kita harus mengikuti narasi besar Presiden kita, Pak Prabowo Subianto,” imbuhnya.
Negara Harus Hadir
Sementara itu, Ketua Umum SPPOB, Ahmad Sapei (Kemed), berharap negara hadir untuk memberikan perlindungan yang lebih serius dan menyeluruh terhadap nasib para pengemudi online.
“Saat ini banyak aturan yang tidak rasional yang diterapkan oleh aplikator dan sangat merugikan kami. Hari ini kami datang kepada Pak Wamen selaku perwakilan dari negara untuk memberikan jaminan kepastian bahwa kami akan mendapatkan regulasi yang adil dan mendukung masa depan kami,” ucap Kemed./




































