www.bisnistoday.co.id
Rabu , 23 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Waskita Beton Fokus Tingkatan Manajemen Risiko Keuangan
BURSA & KORPORASIKorporasi

Waskita Beton Fokus Tingkatan Manajemen Risiko Keuangan

KARYAWAN PT Waskita Beton Precast saat di pengerjaan proyek, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan nilai pemegang saham sesuai dengan cita-cita dari program Transformasi Bisnis yang berlandaskan penerapan tata kelola (Governance), manajemen risiko (Risk), dan kepatuhan (Compliance) perusahaan yang baik.

Dalam penerapan manajemen risiko, manajemen WSBP fokus dalam memperkuat mitigasi timbulnya risiko keuangan yang dapat mengancam kegiatan usaha WSBP, khususnya risiko gagal bayar kewajiban kepada para kreditur dan vendor.

Vice President of Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto menegaskan bahwa manajemen WSBP telah mengimplementasikan strategi untuk memitigasi timbulnya risiko gagal bayar. “Manajemen berkomitmen untuk memastikan pemenuhan hak-hak para kreditur dan vendor melalui penyempurnaan proses bisnis dan penguatan tata kelola serta manajemen risiko,” jelas Fandy.

Adapun strategi yang diimplementasikan tersebut mencakup 1) Meningkatkan pangsa pasar proyek non Waskita Group; 2) Selektif dalam mengambil kontrak kerja atau pesanan baru; 3) Membentuk komite manajemen risiko; dan 4) Meningkatkan efisiensi pada proses produksi.

WSBP terus memperkuat jaringan pemasaran untuk meningkatkan pangsa pasar proyek non Waskita Group seperti proyek yang berasal dari Pemerintah, BUMN, dan Swasta. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi ketergantungan WSBP pada satu sumber pendapatan saja.

Implementasi dari strategi tersebut dapat terlihat pada capaian kontrak baru WSBP per bulan Mei 2023 dimana sekitar 66% kontrak baru diperoleh WSBP telah berasal dari proyek Non Waskita Group.

Selektif Ikuti Proyek Baru

Selain diversifikasi portofolio pelanggan, WSBP juga sangat selektif dalam mengambil pesanan atau mengikuti proyek baru. Manajemen WSBP melakukan due diligence yang komprehensif mengenai kemampuan finansial calon pelanggan. Langkah ini diambil dalam rangka memitigasi timbulnya risiko gagal bayar dari pelanggan kepada WSBP sehingga berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.

“WSBP berupaya meminimalisir piutang tak tertagih dari pelanggan,” jelas Fandy. “Oleh sebab itu, kini kami meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan proyek baru, kami analisa kelayakan proyek dan kemampuan bayar dari calon pelanggan,”tambahnya.

Dalam rangka melakukan analisa, WSBP telah membentuk Komite Tata Kelola dan Manajemen Risiko atau Komite TKMR. Komite tersebut beranggotakan personil dari berbagai bidang seperti teknis operasional, keuangan, K3LMP, hingga bidang hukum.

Komite TKMR bertugas untuk melakukan analisa atas kelayakan proyek atau pesanan baru serta memformulasikan langkah-langkah mitigasi atas risiko yang mungkin timbul dalam pengerjaan pesanan.

“Proyek atau pesanan baru WSBP terlebih dahulu ditelaah secara mendalam oleh anggota Komite, dengan tanpa mengurangi agilitas WSBP dalam menangkap peluang pasar,” kata Fandy./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hutama Karya
Korporasi

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan di PT...

Hutama Karya
Korporasi

Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta

PADANG, Bisnistoday  - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali menggelar program...

Korporasi

Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

LAMPUNG, Bisnistoday – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui program Tanggung...

Wisnu Dharmawan, Managing Director - Indonesia, Jobstreet by SEEK.
Korporasi

Jobstreet by SEEK Hadirkan Solusi Rekrutmen Terintegrasi

JAKARTA, Bisnistoday - Jobstreet by SEEK memperkenalkan dua inovasi terbaru dalam platformnya,...