www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Investasi Saham Jadi Opsi Menarik Saat Ekonomi Mulai Tumbuh
BURSA & KORPORASI

Investasi Saham Jadi Opsi Menarik Saat Ekonomi Mulai Tumbuh

Presiden Direktur Perusahaan Manajer Investasi, Schroders Indonesia, Michael Tjandra Tjoajadi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Investasi saham dinilai bisa menjadi opsi bagi investor untuk memperoleh imbal hasil yang tinggi pada saat ekonomi domestik dan global mulai tumbuh. Guncangan akibat pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak negara mencapai level terendah dalam perekonomiannya, dan saat ini perlahan perekonomian global mulai pulih dari pandemi dan bertumbuh.

Melihat perekonomian dunia akan terus naik, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve pun tentu akan menaikkan suku bunga acuannya.

“Kalau itu terjadi maka actually pertanyaan berikutnya ke mana you investasi. Menurut saya, dalam keadaan ekonomi growing, maka investasi ke saham akan memberikan expectation return yang tinggi. Ekspektasi orang, public company revenue dan profitnya naik,” kata Presiden Direktur Perusahaan Manajer Investasi, Schroders Indonesia, Michael Tjandra Tjoajadi saat diskusi daring dengan awak media di Jakarta, Kamis (2/0).

Michael mengatakan, industri mana saja yang akan bangkit, hal itu yang perlu diberikan edukasi kepada para investor terutama investor pemula yang kebanyakan dari kaum milenial dan generasi Z. “Bahwa pertumbuhan ekonomi apalagi setelah krisis ini, tidak semua industri itu akan growing sama rata. Ada yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan industri lain,” katanya.

Ia menambahkan apalagi saat ini muncul yang namanya the new economy seperti industri teknologi melalui marketplace atau lokapasar yang memungkinkan orang untuk melakukan berbagai macam transaksi secara daring.

“Orang sekarang ada kecenderungan karena gak tahu pandemi ini kapan berakhir dan orang sudah divaksin pun kemungkinan masih bisa kena, sehingga berbelanja belinya lewat marketplace. Logistik pun juga jadi penting. Itu yang harus kita lihat company-company dalam industri seperti itu,” ujar Michael.

Michael pun meyakini investasi saham dalam periode tiga hingga lima tahun ke depan akan memiliki kinerja yang baik dan bisa menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor.

“Dalam 3 until 5 years, equity akan perform very well. Dan kita tahu, kalau bunga naik harga obligasi juga mengalami tekanan kan. Tapi tentu risikonya kita harus perhatiin, tidak semua orang bisa mengambil risiko yang cukup tinggi,” tandas Michael./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...