JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika Serikat, berencana mengakuisisi eBay.
Tidak tanggung-tanggung, mereka mengajukan tawaran senilai US$56 miliar (kurang lebih Rp975 triiun) untuk mengakuisisi raksasa e-commerce itu, karena pengecer video game tersebut berupaya meningkatkan profitabilitas.
eBay mengkonfirmasi tawaran tersebut pada Senin (4/5/2025) atau Selasa WIB dan mengatakan bahwa tidak ada diskusi atau kontak sebelumnya dengan GameStop sebelum menerima tawaran tersebut.
GameStop, yang bernilai sekitar US$12 miliar, berupaya membeli raksasa lelang online tersebut dalam kesepakatan yang terdiri dari setengah tunai dan setengah saham, dengan hanya sekitar US$9 miliar tunai dan beban utang sebesar US$4,2 miliar.
GameStop mengungkapkan pada akhir pekan lalu bahwa mereka telah membangun kepemilikan saham 5 persen di eBay dan menggembar-gemborkan potensi pembiayaan utang sebesar US$20 miliar dari TD Securities untuk meyakinkan pemegang saham tentang kesepakatan tersebut.
CEO Ryan Cohen berpendapat bahwa ia dapat mereplikasi strategi pengurangan biaya di GameStop untuk meningkatkan profitabilitas eBay, sekaligus memanfaatkan sekitar 1.600 toko GameStop di AS menjadi jaringan fisik untuk menjadikan eBay pesaing yang lebih baik bagi Amazon.
“Kami memiliki kemampuan untuk menerbitkan saham guna menyelesaikan kesepakatan ini,” kata Cohen kepada CNBC dalam sebuah wawancara seperti dilansir Al Jazeera.
GameStop mengatakan pihaknya berupaya menurunkan biaya di eBay, dengan menyatakan bahwa penjual online tersebut menghabiskan US$2,4 miliar untuk penjualan dan pemasaran pada tahun fiskal 2025 sementara hanya menambah 1 juta pembeli aktif bersih.
GameStop mengklaim akan mampu memangkas biaya tahunan sebesar US$2 miliar dalam waktu satu tahun setelah penutupan transaksi yang diusulkan.
Peran Cohen
Cohen, yang memiliki sekitar 9 persen saham GameStop, akan menjabat sebagai CEO perusahaan gabungan tersebut. Ia hanya akan mendapatkan kompensasi berdasarkan kinerja perusahaan gabungan tersebut.
Cohen menjabat sebagai CEO GameStop pada tahun 2023. Pada saat itu, posisi tersebut sering berganti, sementara perusahaan berusaha bertahan hidup karena tayangan streaming telah mengubah industri game.
GameStop menjadi salah satu saham pengecer game yang paling terkenal, menciptakan kegilaan di kalangan pedagang ritel di Wall Street.
Saham perusahaan itu meroket pada tahun 2021 setelah sekelompok investor dengan modal kecil membantu meningkatkan nilai sahamnya sebesar 1.000 persen dalam dua minggu.//


