www.bisnistoday.co.id
Minggu , 25 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Kasus Covid-19 Terus Menurun, IHSG Menguat
BURSA & KORPORASI

Kasus Covid-19 Terus Menurun, IHSG Menguat

IHSG pada perdagangan Kamis (06/7) ditutup menguat.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (22/9) ditutup menguat 47,51 poin ke posisi 6.108,27. Sementara Indeks LQ45 naik 10,45 poin ke posisi 862,18.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (22/9) menyebut penguatan IHSG kali ini didorong oleh semakin menurunnya kasus Covid-19 dan meningkatnya aktivitas ekonomi seiring dilonggarkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dengan sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 2,24 persen, diikuti sektor energi dan sektor keuangan masing-masing 1,29 persen dan 1,11 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi sebesar 0,69 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp495,76 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.453.428 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,45 miliar lembar saham senilai Rp13,94 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 221 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 200,31 poin atau 0,67 persen ke 29.639,4, Indeks Shanghai naik 14,52 poin atau 0,4 persen ke 3.628,49, dan Indeks Straits Times terkoreksi 13,3 poin atau 0,43 persen ke 3.049,9.

Rupiah Melemah

Sementara itu kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah jelang pengumuman hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).

Rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.243 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.238 per dolar AS.

“Investor menantikan pengumuman kebijakan The Fed terkait tanda-tanda kapan bank sentral akan mulai mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dikutif Antara.

Investor tampak mengesampingkan kekhawatiran terhadap potensi gagal bayar Evergrande Group dan mengalihkan perhatian ke hasil pertemuan The Fed dini hari nanti.

Fokus pasar akan tertuju ke proyeksi ekonomi dan petunjuk tentang kapan dan bagaimana bank sentral AS akan memangkas program stimulus besar-besaran.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.243 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.239 per dolar AS hingga Rp14.255 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.249 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.244 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Jatuhkan Total Denda Rp2,52 Triliun Terhadap Pelanggaran di Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan sanksi denda kepada...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Ungkap Pelanggaran Transaksi Saham DSSA, BREN dan CUAN

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Buka Suara Soal MSCI Akan Reklasifikasi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi pengumuman MSCI Inc. per...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Implementasi KAPJ Untuk Integrasi Kesehatan Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) menandatangani Perjanjian Kerja...