JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (22/9) ditutup menguat 47,51 poin ke posisi 6.108,27. Sementara Indeks LQ45 naik 10,45 poin ke posisi 862,18.
Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (22/9) menyebut penguatan IHSG kali ini didorong oleh semakin menurunnya kasus Covid-19 dan meningkatnya aktivitas ekonomi seiring dilonggarkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dengan sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 2,24 persen, diikuti sektor energi dan sektor keuangan masing-masing 1,29 persen dan 1,11 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi sebesar 0,69 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp495,76 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.453.428 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,45 miliar lembar saham senilai Rp13,94 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 221 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 200,31 poin atau 0,67 persen ke 29.639,4, Indeks Shanghai naik 14,52 poin atau 0,4 persen ke 3.628,49, dan Indeks Straits Times terkoreksi 13,3 poin atau 0,43 persen ke 3.049,9.
Rupiah Melemah
Sementara itu kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah jelang pengumuman hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).
Rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.243 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.238 per dolar AS.
“Investor menantikan pengumuman kebijakan The Fed terkait tanda-tanda kapan bank sentral akan mulai mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dikutif Antara.
Investor tampak mengesampingkan kekhawatiran terhadap potensi gagal bayar Evergrande Group dan mengalihkan perhatian ke hasil pertemuan The Fed dini hari nanti.
Fokus pasar akan tertuju ke proyeksi ekonomi dan petunjuk tentang kapan dan bagaimana bank sentral AS akan memangkas program stimulus besar-besaran.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.243 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.239 per dolar AS hingga Rp14.255 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.249 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.244 per dolar AS./









































