GIANYAR, Bisnistoday- Kerajinan tenun ikat (endek) merupakan industri kerajinan potensial Kabupaten Gianyar yang pernah menjadi primadona di tahun 80-an. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Gianyar, di antaranya melalui Dekranasda Kabupaten membangkitkan kembali kejayaan tenun ikat di Gianyar, Bali.
Bahkan, Dekranasda Gianyar secara aktif memberikan pelatihan-pelatihan dan bantuan peralatan hingga pemasaran produk kerajinan.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Karena itu, Gianyar menjadi tujuan pertama pelaksanaan pelatihan vocasional bagi usaha mikro di sektor pariwisata, khususnya tenun ikat.
Salah satu perajin tenun, Ketut Gede Setiawan mengaku dirinya banyak mendapat manfaat dari pelatihan yang digelar KemenkopUKM. “Sangat membantu, terutama dalam hal motivasi usaha agar tetap kuat dan mampu bangkit,” kata Ketut disela-sela pelatihan, Jumat (29/10).
Bagi Ketut, para motivator yang diundang sangat membangkitkan semangat para perajin, terutama yang berada di bawah binaan Yayasan Putri Ayu, agar tetap optimis meski di tengah pandemi. “Selama pandemi, yayasan banyak membantu kami dari sisi penjualan tenun,” ucap Ketut.
Perajin lainnya, Kadek Ari, juga mengakui bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena bisa menambah ilmu, khususnya dalam pemasaran produk. “Penjualan secara online menjadi salah satu alternatif bagi perajin agar bisa bertahan,” katanya.
Kadek berharap agar kondisi pandemi segera pulih, sehingga kehidupan pariwisata Bali bisa kembali normal seperti dulu. “Karena, Bali itu memang hidupnya dari sektor pariwisata, yang di dalamnya terdapat kuliner dan juga kerajinan-kerajinan, termasuk tenun ikat,” imbuh dia.
Tingkatkan Kemampuan
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM, Eddy Satriya menjelaskan, pihaknya ingin meningkatkan kapasitas dan kemampuan teman-teman usaha mikro di sektor pariwisata. Terlebih lagi, sektor tenun ikat.
Menurut Eddy, dipilihnya Gianyar sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu sentra kerajinan tenun ikat di Bali. Kegiatan ini merupakan langkah awal, untuk selanjutnya bergerak ke daerah lain di Bali.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta lebih memiliki inovasi pada situasi pandemi dan inovasi produk tenun ikat yang menjadi unggulan khususnya di Kabupaten Gianyar,” pungkas Eddy./






































