JAKARTA, Bisnistoday- Defisit anggaran tahun 2022 diprediksiakan mendekati 4 persen atau lebih rendahdari yang telah ditetapkan yakni 4,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp868 triliun.
“Kami berharap defisik akan semakin mendekati 4 persen pada akhir tahun 2022,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalama acara Mandiri Investment Forum 2022 di Jakarta, Rabu (8/2).
Ia mengatakan anggaran tahun 2022 sebenarnya dirancang untuk terus mendukung proses pemulihan, namun pada saat yang sama ada konsolidasi fiskal yang harus mulai diwujudkan oleh pemerintah.
Pemerintah memiliki tugas mewujudkan konsolidasi fiskal pada 2023 yakni defisit anggaran harus kembali ke bawah tiga persen setelah diperbolehkan di atas tiga persen sebagai langkah countercylical dampak pandemi Covid-19.
Oleh sebab itu, pemerintah mulai berusaha untuk mengembalikan defisit dengan mendorong penerimaan negara, sekaligus tetap disiplin dari sisi belanja, sehingga defisit bisa semakin rendah.
Meski demikian, ia menegaskan belanja tahun ini akan tetap mendukung program prioritas yakni peningkatan sumber daya manusia, mereformasi pendidikan, dan perlindungan sosial.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia akan sangat mendukung percepatan proses pemulihan mengingat jika SDM Indonesia baik maka akan mampu mendorong daya saing dan produktivitas.
Tak hanya itu, belanja tahun ini juga akan diarahkan untuk pengembangan infrastruktur baik fisik maupun digital serta pariwisata dan ketahanan pangan.
“Jadi, ini semua area yang sangat penting bagi Indonesia untuk pulih serta membangun pemulihan dengan pondasi lebih kuat dan kokoh,” tegasnya./




