www.bisnistoday.co.id
Minggu , 20 September 2026
Home EKONOMI Energi AS Langgar Kesepakatan, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
EnergiGLOBALKawasan Global

AS Langgar Kesepakatan, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Pihak IRGC mengatakan penutupan selat tersebut berlaku sampai Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Situasi politik di Selat Hormuz masih keruh. Garda Revolusi Iran menegaskan akan tetap menutup selat itu karena Amerika Serikat melanggar gencatan senjata.

Mereka juga mengatakan akan menghalau kapal-kapal yang coba mendekat karena dianggap “bekerja sama dengan musuh”.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap Pelabuhan Iran akan tetap berlaku penuh sampai  transaksi mereka dengan Iran 100% selesai. Trump juga menuduh Iran memeras AS.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan selat  Hormuz sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial sesuai dengan gencatan senjata di Lebanon dan diizinkan pada rute yang terkoordinasi seperti yang telah diumumkan.

Namun, keputusan ini berubah kurang dari 24 jam, setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan Selat Hormuz ditutup dan setiap kapal yang mencoba melewati jalur air tersebut akan menjadi sasaran.

Dalam pernyataannya Sabtu (19/4/2026), angkatan laut IRGC mengatakan penutupan selat tersebut berlaku sampai Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Mereka menyatakan blokade tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung dalam perang AS-Israel di Iran.

“Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia dan Laut Oman, dan mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” kata IRGC.

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran dan negosiator senior dalam perundingan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang, mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa “Selat Hormuz berada di bawah kendali Republik Islam Iran”.

“Amerika sekarang telah menyatakan blokade (terhadap Pelabuhan Iran) selama beberapa hari. Ini adalah keputusan yang ceroboh dan tidak bijaksana,” tambahnya.

Penegasan kembali kendali tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Iran sempat membuka kembali selat tersebut, sejalan dengan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Libanon.

Jumat lalu, harga minyak sempat turun di pasar global setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan jalur  tersebut (Selat Hormuz) sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial. Belasan kapal komersial melewati jalur  tersebut sebelum IRGC membalikkan kebijakan.

Saling Blokade

Sementara itu, menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) kapal perang Iran menembaki dua kapal komersial pada Sabtu (19/4/2026) .  Kementerian Luar Negeri India juga mengatakan dua kapal berbendera India terlibat dalam insiden penembakan di selat tersebut.

Beberapa kapal dagang di wilayah itu menerima pesan radio dari Angkatan Laut IRGC, yang memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh melewati selat tersebut.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan angkatan laut siap untuk memberikan “kekalahan pahit baru” kepada musuh-musuhnya.

“Meskipun orang-orang mungkin kecewa, ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Apa yang kita lihat sekarang adalah kembali ke titik awal. Kini kedua pihak saling blockade,” ujar koresponden Al Jazeera, Zein Basravi.

Dari Teheran, Ali Hashem koresponden Al Jazeera lainnya melaporkan, Pemerintah Iran menyatakan menggunakan selat tersebut untuk mengirim pesan.

“Jelas bahwa Iran sedang menghadapi situasi di mana mereka tidak yakin apa yang ada di meja perundingan. Jadi, Selat Hormuz, sekali lagi, menjadi satu-satunya ruang untuk berinteraksi. Dan di ruang inilah mereka mengirim dan menyampaikan pesan kepada Amerika untuk menunjukkan pengaruh mereka,” katanya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PLN Icon Plus
Energi

GI Jampang Kulon Beroperasi Lagi, Potensi Ekonomi Selatan Sukabumi Kian Terbuka

BANDUNG, Bisnistoday - Kembali beroperasinya Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV...

Energi

Pengamat Ungkap Strategi Percepat Transisi Energi Indonesia: PLTS hingga Smart Grid

BANDUNG, Bisnistoday - Percepatan transisi energi menjadi salah satu tantangan penting dalam...

EKONOMIEnergi

Listrik Jampang Sukabumi Belum Merata, DPRD Jabar Dorong Akses hingga Pedalaman

BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan...

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...