www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Dampak Konflik Timur Tengah Bayangi Pertemuan IMF
EKONOMIGLOBALKawasan Global

Dampak Konflik Timur Tengah Bayangi Pertemuan IMF

“Ini adalah pertemuan yang seperti berada di zona senja,” kata Mohamed El-Erian, mantan Wakil Direktur Pelaksana IMF.

RESESI GLOBAL : Bank dunia dan IMF mengingatkan adanya potensi resesi global yang meningkat.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Perang antara AS dan Israel dengan Iran menjadi topik bahasan utama pada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, di Washington, pekan ini. Konflik di Timur Tengah yang telah mengguncang perekonomian dunia itu, menjadi topik pembicaraan para delegasi peserta.

Akibat perang yang telah berlangsung lebih dari enam pekan itu telah menyebabkan guncangan energi paling parah sejak tahun 1970-an, dan berpotensi memicu risiko resesi global.

“Beberapa negara panik,” kata Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, saat berbicara kepada para menteri keuangan dan kepala bank sentral pada pertemuan itu. “Semakin cepat perang Iran berakhir, semakin baik untuk semua orang,” tegasnya.

Menurut seorang pejabat senior IMF, pertemuan semacam itu biasanya tidak  untuk memperdebatkan pertempuran geopolitik. “Anda tidak akan melihat orang saling berteriak dalam pertemuan seperti ini,” katanya. “Tetapi kini tidak seorang pun dapat mengabaikan kerusakan yang semakin meningkat akibat perang Iran.”

Mereka yang mengetahui suasana saat sarapan di pertemuan perwakilan G20 mengatakan suasana di ruangan itu suram.

 Khawatir

“Pertemuan ini seperti berada di zona senja,” kata Mohamed El-Erian, mantan Wakil Direktur Pelaksana IMF yang sekarang menjabat sebagai kepala penasihat ekonomi di grup asuransi Allianz.

“Ada beberapa bayangan yang menyelimutinya: pertama, bayangan yang berasal dari kekhawatiran tentang ekonomi global secara keseluruhan. Kedua, beberapa negara akan sangat terpukul, dan sebagian besar adalah negara-negara yang jarang dibicarakan orang,” ujarnya.

“ Tetapi kekhawatiran ketiga adalah kenyataan bahwa AS, yang memulai perang akan terpukul, tetapi jauh lebih ringan daripada di tempat lain.”

Sebelum perang, agenda pertemuan IMF adalah tentang kerja sama global; adopsi AI, lapangan kerja, dan upaya pemberantasan kemiskinan. Masing-masing tugas tersebut kini menjadi rumit, tetapi yang terpenting adalah tugas negara-negara untuk bekerja sama.

Bagi banyak orang dalam pertemuan tersebut, fokusnya adalah pada pembentukan kerja sama global yang lebih erat tanpa negara adidaya terkemuka di dunia.//

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

Degung Kapitol
Kawasan Global

Demokrat Rebut Kendali Kongres AS, Kemenangan Besar yang Guncang Kekuasaan Trump

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Peta kekuatan politik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan setelah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...