www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 5 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (13/4). Tekanan global ini, diperkirakan bakal menekan aksi beli saham dan memperlemah pergerakan IHSG. Sementara, pada perdagangan Jumat (10/4) kemarin, IHSG menguat 2,07% ke posisi 7.458.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan. Diperkirakan IHSG masih melemah sejalah stimulus negative global. “Sentimen global awal pekan cenderung risk-off setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Januari 2026,” urainya.

Ia menambahkan, bahwa harga minyak global kembali bertahan di atas USD 100 per barel menyusul kekhawatiran penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan rencana Presiden Trump memblokade pelabuhan pelabuhan Iran. “Aset berisiko berpotensi tertekan, sementara permintaan terhadap dolar AS dan aset safe haven lain cenderung menguat.”

Menurut Rully, IHSG berpotensi terkoreksi hari ini, seiring tekanan lanjutan pada Rupiah di tengah menguatnya dolar AS dan kenaikan harga minyak. Dari dalam negeri belum ada katalis positif baru yang cukup kuat untuk menahan sentimen global yang memburuk saat ini.

Sementara, Jessica Tasijawa analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerangkan, negosiasi AS-Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan komprehensif setelah pembicaraan selama 21 jam. Hal ini tentu meningkatkan risiko terhadap gencatan senjata dua minggu, seiring kedua pihak mempertahankan posisi pada isu utama yakni komitmen nuklir (AS) serta kontrol Selat Hormuz dan serangan balik (retaliasi) Iran.

“Kegagalan ini menegaskan ketegangan struktural yang masih tinggi, terutama mengingat peran Hormuz yang mencakup 20% aliran minyak global, sehingga menjaga risiko geopolitik dan volatilitas energi tetap tinggi.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

KDAI Taipei
HEADLINE NEWS

KDEI Taipei Gelar Promosi Penjualan Paket Wisata ke Indonesia

TAIPEI, Bisnistoday - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menggelar misi...

Pabrikan BYD
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Pabrik BYD di Subang Tingkatkan Basis Manufaktur EV Dalam Negeri

JAKARTA, Bisnistoday- Seiring beroperasinya fasilitas produksi PT BYD Motor Indonesia di Subang,...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...