www.bisnistoday.co.id
Jumat , 5 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu

GEDUNG BEI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (13/4). Tekanan global ini, diperkirakan bakal menekan aksi beli saham dan memperlemah pergerakan IHSG. Sementara, pada perdagangan Jumat (10/4) kemarin, IHSG menguat 2,07% ke posisi 7.458.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan. Diperkirakan IHSG masih melemah sejalah stimulus negative global. “Sentimen global awal pekan cenderung risk-off setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Januari 2026,” urainya.

Ia menambahkan, bahwa harga minyak global kembali bertahan di atas USD 100 per barel menyusul kekhawatiran penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan rencana Presiden Trump memblokade pelabuhan pelabuhan Iran. “Aset berisiko berpotensi tertekan, sementara permintaan terhadap dolar AS dan aset safe haven lain cenderung menguat.”

Menurut Rully, IHSG berpotensi terkoreksi hari ini, seiring tekanan lanjutan pada Rupiah di tengah menguatnya dolar AS dan kenaikan harga minyak. Dari dalam negeri belum ada katalis positif baru yang cukup kuat untuk menahan sentimen global yang memburuk saat ini.

Sementara, Jessica Tasijawa analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerangkan, negosiasi AS-Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan komprehensif setelah pembicaraan selama 21 jam. Hal ini tentu meningkatkan risiko terhadap gencatan senjata dua minggu, seiring kedua pihak mempertahankan posisi pada isu utama yakni komitmen nuklir (AS) serta kontrol Selat Hormuz dan serangan balik (retaliasi) Iran.

“Kegagalan ini menegaskan ketegangan struktural yang masih tinggi, terutama mengingat peran Hormuz yang mencakup 20% aliran minyak global, sehingga menjaga risiko geopolitik dan volatilitas energi tetap tinggi.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pasar Saham
BursaHEADLINE NEWS

Dibanding Pasar Emerging Market, Pasar Saham Indonesia Bergerak Anomali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa pasar saham Indonesia...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Neraca Perdagangan April 2026 Tetap Surplus, Ditopang Kenaikan Harga Ekspor Sejumlah Komoditas

JAKARTA, Bisnistoday - Kemendag menyatakan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan...

Menperin
HEADLINE NEWS

PMI Manufaktur Terjaga, Industri Optimalkan Stok Bahan Baku untuk Kebutuhan Produksi

JAKARTA, Bisnistoday - Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...