www.bisnistoday.co.id
Rabu , 22 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (13/4). Tekanan global ini, diperkirakan bakal menekan aksi beli saham dan memperlemah pergerakan IHSG. Sementara, pada perdagangan Jumat (10/4) kemarin, IHSG menguat 2,07% ke posisi 7.458.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan. Diperkirakan IHSG masih melemah sejalah stimulus negative global. “Sentimen global awal pekan cenderung risk-off setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Januari 2026,” urainya.

Ia menambahkan, bahwa harga minyak global kembali bertahan di atas USD 100 per barel menyusul kekhawatiran penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan rencana Presiden Trump memblokade pelabuhan pelabuhan Iran. “Aset berisiko berpotensi tertekan, sementara permintaan terhadap dolar AS dan aset safe haven lain cenderung menguat.”

Menurut Rully, IHSG berpotensi terkoreksi hari ini, seiring tekanan lanjutan pada Rupiah di tengah menguatnya dolar AS dan kenaikan harga minyak. Dari dalam negeri belum ada katalis positif baru yang cukup kuat untuk menahan sentimen global yang memburuk saat ini.

Sementara, Jessica Tasijawa analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerangkan, negosiasi AS-Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan komprehensif setelah pembicaraan selama 21 jam. Hal ini tentu meningkatkan risiko terhadap gencatan senjata dua minggu, seiring kedua pihak mempertahankan posisi pada isu utama yakni komitmen nuklir (AS) serta kontrol Selat Hormuz dan serangan balik (retaliasi) Iran.

“Kegagalan ini menegaskan ketegangan struktural yang masih tinggi, terutama mengingat peran Hormuz yang mencakup 20% aliran minyak global, sehingga menjaga risiko geopolitik dan volatilitas energi tetap tinggi.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ketua LPJK
HEADLINE NEWS

Mengurus Sertifikasi Kerja Konstruksi, LPJK Kementerian PU Integrasikan NIK Dukcapil pada Portal Perizinan PU

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Menyatakan Telah Tuntaskan Ratusan Persoalan Strategis Bangsa

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di...

Piala Dunia
HEADLINE NEWSSport & Health

Piala Dunia 2026: Spanyol Jadi Juara Dunia Usai Tundukan Argentina

JAKARTA, Bisnistoday – Penghujung Piala Dunia 2026, Spanyol akhirnya menaklukan Argenti dalam...