JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (13/4). Tekanan global ini, diperkirakan bakal menekan aksi beli saham dan memperlemah pergerakan IHSG. Sementara, pada perdagangan Jumat (10/4) kemarin, IHSG menguat 2,07% ke posisi 7.458.
Rully Arya Wisnubroto, Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan. Diperkirakan IHSG masih melemah sejalah stimulus negative global. “Sentimen global awal pekan cenderung risk-off setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Januari 2026,” urainya.
Ia menambahkan, bahwa harga minyak global kembali bertahan di atas USD 100 per barel menyusul kekhawatiran penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan rencana Presiden Trump memblokade pelabuhan pelabuhan Iran. “Aset berisiko berpotensi tertekan, sementara permintaan terhadap dolar AS dan aset safe haven lain cenderung menguat.”
Menurut Rully, IHSG berpotensi terkoreksi hari ini, seiring tekanan lanjutan pada Rupiah di tengah menguatnya dolar AS dan kenaikan harga minyak. Dari dalam negeri belum ada katalis positif baru yang cukup kuat untuk menahan sentimen global yang memburuk saat ini.
Sementara, Jessica Tasijawa analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerangkan, negosiasi AS-Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan komprehensif setelah pembicaraan selama 21 jam. Hal ini tentu meningkatkan risiko terhadap gencatan senjata dua minggu, seiring kedua pihak mempertahankan posisi pada isu utama yakni komitmen nuklir (AS) serta kontrol Selat Hormuz dan serangan balik (retaliasi) Iran.
“Kegagalan ini menegaskan ketegangan struktural yang masih tinggi, terutama mengingat peran Hormuz yang mencakup 20% aliran minyak global, sehingga menjaga risiko geopolitik dan volatilitas energi tetap tinggi.”/




