www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Mendag Minta Masukan Kadin Tentang Tantangan Perdagangan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Mendag Minta Masukan Kadin Tentang Tantangan Perdagangan

KOORDINASI KADIN : Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan bertemu dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (19/7).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan mengajak pelaku usaha melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menjaga komitmen dalam menyukseskan kebijakan pemerintah. Khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan perdagangan ke depan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat memberi arahan pada rapat terbatas dengan Kadin Indonesia di Jakarta, pada hari ini, Selasa (19/7). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra, Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, serta pengurus Kadin tingkat pusat dan daerah. 

“Pada pertemuan ini saya ingin mendengar masukan dari pelaku usaha melalui Kadin untuk menghadapi tantangan perdagangan ke depan,” kata Mendag Zulkifli Hasan. 

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, Kadin merupakan mitra Kemendag dalam menyukseskan stabilitas harga barang pokok dalam rangka pengendalian inflasi. Salah satunya menjaga harga minyak goreng curah Rp14.000/liter. 

“Diharapkan komitmen pelaku usaha memenuhi kebutuhan minyak goreng curah dalam negeri,” tandas Mendag Zulkifli Hasan. 

Terkait tandan buah segar sawit (TBS), Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah akan memberikan kelonggaran untuk kebijakan domestic market obligation (DMO) dan mengurangi pajak pungutan ekspor CPO. Hal ini untuk memperlancar kegiatan ekspor CPO dan menaikan kembali harga TBS di tingkat petani agar petani lebih sejahtera. 

“Diharapkan pelaku usaha dapat memahami aturan dan dapat mematuhi kesepakatan yang telah dibuat,” ucap Mendag Zulkifli Hasan. 

Mendag mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dengan mitra dagang yang telah disepakati. Salah satunya dengan memanfaatkan persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Emirat Arab (Indonesia–United Arab Emirat Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE–CEPA) untuk penetrasi pasar nontradisional Timur Tengah dan Afrika. 

“Dengan memanfaatkan IUAE-CEPA hampir semua produk Indonesia mendapat tarif nol persen memasuki pasar Timur Tengah dan Nigeria melalui Uni Emirat Arab sebagai hub. Saya akan mengajak pelaku usaha di Kadin untuk turut serta dalam berbagai kunjungan ke berbagai negara untuk melakukan promosi dagang,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Sementara Arsjad menegaskan komitmen Kadin dalam melakukan sinergi dengan Pemerintah. “Kadin akan terus bersinergi dengan pemerintah mendukung kebijakan dalam mengatasi masalah bersama,” imbuhnya. 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...