www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Mentan: GAPKI Sebagai Organisasi Terbesar di Dunia
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Mentan: GAPKI Sebagai Organisasi Terbesar di Dunia

MENTERI PERTANIAN, Syahrul Yasin Limpo di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan domestik maupun global. Maka, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menjadi organisasi terbesar di dunia yang memiliki tanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan global tersebut.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya di acara pelantikan pengurus GAPKI periode 2023-2028, di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia, belum lama ini.

Menurut Syahrul, Sawit merupakan kebanggaan Indonesia. Luasan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang mencapai lebih dari 16 juta hektar harus menjadi fokus GAPKI untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi maupun produktivitasnya.

Saya berharap, ditangan para pengurus GAPKI kedepan, dapat terealisasi program-program strategis dengan kementrian pertanian terutama dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR),” tutur Syahrul.

Sejalan dengan himbauan Mentan, Ketua umum GAPKI Eddy Martono mengungkapkan PSR menjadi salah satu fokus utama dari Kepengurusan GAPKI periode ini. Sebagai langkah konkrit atas komitmen ini, telah dibentuk bidang percepatan PSR dalam struktur organsiasi GAPKI yang baru.

Edy berkeyakinan, dengan percepatan implementasi PSR akan menentukan peningkatan produktivitas dan produksi nasional, serta peningkatan kesejahteraan petani. PSR adalah isu penting dan kami sangat berkomitmen.

“Untuk itu, GAPKI sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah yakni berupa kebijakan yang saling bersinergi antar Lembaga pemerintah terkait industry kelapa sawit dan program PSR khususnya,” kata Eddy.

Wakil Presiden Maruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan fokus yang sama dimana PSR menjadi kunci utama dalam membangun industri yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Produktivitas dan produksi yang meningkat diharapkan dapat memberikan dampak luas pada kesejahteraan masyarakat.

Peningkatan Produktifitas

Secara global, peningkatan produktivitas dan produksi ini juga merupakan solusi dari ancaman ketahanan pangan, kebutuhan akan energi terbarukan dan dampak perubahan iklim. Untuk itu pemerintah berkomitmen mendukung indusri yang tergolong dalam minyak nabati dengan produktivitas tertinggi dengan penggunaan lahan palih efisien ini.

“Saya berpesan agar Kementrian dan lembaga terkait segera melakukan harmonisasi regulasi penyelesaian status perkebunan di kawasan hutan dan regulasi terkait percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat,” tegas Maruf./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...