www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Industri Mesti Bersiap Dalam Tekanan Ekonomi Global
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Industri Mesti Bersiap Dalam Tekanan Ekonomi Global

JURU BICARA KEMENPERIN, Febri Hendri Antoni Arif.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sektor industri diminta harus mempersiapkan diri dalam mengantisipasi adanya pelemahan ekonomi global tahun 2023.Meskipun aktifitas perdagangan di beberapa negara mitra utama Indonesia masih berada dalam pertumbuhan per April 2023.

“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2023 mencapai 51,38, melambat 0,49 poin dibandingkan Maret 2023,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan saat rilis IKI April 2023 di Jakarta, Jumat (28/4).

Apabila dilihat lebih detail, lanjut Antoni, penurunan nilai IKI dikarenakan penurunan nilai variabel Persediaan Produk sebesar 2,67 poin menjadi 52,33 yang menunjukkan adanya peningkatan stok persediaan dan variabel Pesanan Baru menurun 0,76 poin menjadi 50,57 yang menunjukkan adanya penurunan pesanan baru.

Di sisi lain, peningkatan nilai variabel Produksi dari 50,69 pada Maret 2023 menjadi 52,08 pada April 2023. Pesanan Domestik masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi indeks variabel Pesanan Baru.

Febri menjelaskan, penurunan IKI dikarenakan beberapa subsektor yang memiliki share PDB cukup  besar mengalami kontraksi setelah sebelumnya mengalami ekspansi. Kedua, variabel pesanan sebagai variabel pembentuk nilai IKI terbesar mengalami penurunan pada bulan April ini.

Hal ini dikarenakan tingginya permintaan rumah tangga selama bulan Ramadhan dan Hari Raya menyebabkan harga produk manufaktur mengalami kenaikan, disisi lain belanja keperluan produksi dan belanja pemerintah berkurang signifikan.

Penurunan Pesanan

Selain karena faktor harga yang tinggi, jam kerja yang terbatas selama bulan Ramadhan dan hari raya menjadi penyebab penurunan pesanan. Diyakini bulan depan pesanan domestik akan meningkat karena industri mulai berproduksi normal. Ini merupakan pola seasonal yang tidak perlu dikhawatirkan.

 “Mayoritas pelaku usaha menyatakan kondisi usaha secara umum di bulan April 2023 stabil sebanyak 45,2% dan 28,7% menjawab kondisi kegiatan usahanya meningkat dibanding dengan bulan Maret 2023”, Febri menambahkan.

Demikian pula pandangan terhadap kondisi usaha 6 (enam) bulan kedepan, 64,7% pelaku usaha lebih optimis, angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 63,5%, dan menjadi angka tertinggi sejak IKI di-launching.

Mayoritas responden yang menjawab optimis menyampaikan keyakinannya akan kondisi pasar akan membaik dan kepercayaannya karena kebijakan pemerintah pusat yang lebih baik. Sedangkan 9,9% pelaku usaha masih pesimis dengan kondisi usaha 6 (enam) bulan kedepan, angka ini juga merupakan nilai terendah sejak IKI di-launching./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...