www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home EKONOMI Mendag Pantau Pasar Bandarjo Semarang
EKONOMISektor Riil

Mendag Pantau Pasar Bandarjo Semarang

MENTERI PERDAGANGAN, Zulkifli Hasan Pantau harga bahan pokok.
Social Media

SEMARANG, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengimbau masyarakat berbelanja ke pasar rakyat. Selain harganya lebih ekonomis, belanja di pasar rakyat juga membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat meninjau Pasar Bandarjo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, hari ini, Jumat (30/6).

“Saya mengimbau, mari Ibu-ibu, harga bapok yang paling bagus itu di pasar rakyat atau pasar tradisional. Selain harganya ekonomis, kita juga bisa membantu pedagang-pedagang kecil dan para pedagang UMKM di pasar rakyat,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Bandarjo hari ini, harga beras medium tercatat Rp12.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, minyak goreng curah Rp14.400/liter, minyak goreng Minyakita Rp14.000 sd Rp16.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp 19.000/liter, daging sapi Rp130.000/kg, daging ayam ras Rp39.000/kg, telur ayam ras Rp29.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, tepung terigu Rp12.000/kg, cabai merah keriting Rp35.000/kg, cabai merah besar Rp40.000/kg, cabai rawit merah Rp25.000/kg, bawang putih kating Rp35.000/kg, serta bawang putih honan Rp35.000/kg.

“Harga daging ayam ras yang berkisar Rp39.000/kg—Rp40.000/kg memang agak tinggi sedikit, karena standar harganya Rp38.000/kg. Selain itu, harga telur yang berkisar Rp29.000/kg—Rp30.000/kg juga agak tinggi dari harga eceran tertinggi sebesar Rp28.000/kg. Sedangkan harga bapok lainnya seperti cabai dan bawang putih sudah di bawah,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, kenaikan harga daging ayam ras dan telur tersebut disebabkan kurangnya pasokan. “Pada Tahun Baru, Natal, dan Lebaran 2022, harga ayam terlalu murah yaitu sebesar Rp33.000/kg sehingga merugikan pedagang. Kalau pedagang rugi, sebelum ayam tumbuh besar sudah dicutting atau dipotong. Akhirnya sekarang terasa agak kurang stoknya. Jika stok kurang, maka harganya naik. Mudah-mudahan dalam jangka waktu 2—3 minggu ke depan, harga sudah bisa normal kembali,” pungkasnya. /

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...