www.bisnistoday.co.id
Minggu , 8 November 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Pembangunan Rumah Susun Terus Digenjot
Sektor Riil

Pembangunan Rumah Susun Terus Digenjot

PEMBANGUNAN RUSUN oleh Kementerian PUPR untuk masyarakat perbatasan.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah selama tahun 2005 hingga 2022 telah membangun rumah susun (Rusun) sebanyak 2.169 tower senilai Rp 28,797 Triliun. Rusun untuk masyarakat tersebut dibangun secara merata dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga pemanfaatan lahan yang ada bisa lebih optimal sekaligus mendukung penyediaan hunian yang layak huni.

“Pemerintah selama tahun 2005 hingga 2022 telah membangun Rusun sebanyak 2.169 tower senilai Rp 28,797 Triliun,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta, Rabu (16/8).

Iwan menerangkan, lokasi pembangunan Rusun tersebut tersebar di sejumlah wilayah yakni Wilayah I (Sumatera dan Kalimantan) sebanyak 535 tower senilai Rp 6,304 T,  Wilayah II (Jawa, Bali, Nusa Tenggara) sebanyak 1.271 tower senilai Rp 17,52 T dan Wilayah III (Sulawesi, Maluku, Papua) sebanyak 363 tower senilai Rp 4,97 T.

Sebagai informasi, bantuan pembangunan Rusun adalah bantuan pembangunan Rusun yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jenis bantuannya antara lain Rusun umum untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Rusun Negara untuk ASN,

Demikian juga, rusun bagi Anggota TNI dan Anggota Polri dan Rusun Khusus untuk pekerja industri, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, nelayan, korban bencana, masyarakat terdampak pembangunan pemerintah pusat, wilayah 3 T yakni Tertinggal, Terdepan dan Terluar,  tenaga kesehatan, Lansia, PPKS, masyarakat miskin, disabilitas, yatim piatu, anak terlantar, peserta didik, masyarakat berprestasi dan pelaku olahraga.

“Bentuk bantuan hunian vertikal yang disalurkan pemerintah adalah bangunan Rusun beserta prasarana, sarana dan utilitasnya (PSU) dan meubelairnya.

Adapun besaran bantuannya adalah bangunan dua sampai lima lantai dan bangunan lebih dari lima lantai yang sudah mendapatkan persetujuan Menteri PUPR,” tandasnya.

Dari data yang dihimpun dari Direktorat Rusun Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, Rusun yang telah dibangun saat ini sebagian besar sudah dihuni oleh masyarakat. Rusun yang sudah dihuni tercatat sebanyak 2.098 tower sudah dihuni atau 96,73 persen dan sebanyak 71 tower atau 3,27 persen dalam proses penghunian.

“Kami berharap dengan menghuni Rusun ini masyarakat bisa menghuni rumah secara vertikal yang layak huni. Untuk itu, para pengusul bantuan baik pemerintah daerah, perguruan tinggi bisa segera mengelola Rusun yang ada dengan baik karena masih banyak masyarakat membutuhkan tempat tinggal,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

SIAL Food & Drink Tetap Jalankan Program Usai Terlepas Sengketa Merek Dagang

JAKARTA,Bisnistoday.co.id – Kepolisian secara resmi menghentikan penyelidikan atas laporan dugaan pelanggaran hukum...

Pameran Fashion
Sektor Riil

Debut di Saudi Fashion & Tex Expo 2026, Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar

RIYADH, Bisnistoday.co.id – Produk fesyen dan tekstil Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi...

Toyota
Sektor Riil

Pemerintah Bahas Insentif Mobil Hybrid Untuk Diusulkan Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah tengah melakukan pembahasan teknis mengenai usulan insentif bagi...

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...