www.bisnistoday.co.id
Senin , 17 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Mahfud Ditanya Santri Soal Kampanye di Lingkungan Pendidikan
Politik & Keamanan

Mahfud Ditanya Santri Soal Kampanye di Lingkungan Pendidikan

Social Media

BEKASI, Bisnistoday –  Alunan musik rebana mengalun menyambut kedatangan calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD di Pondok Pesantren Ma’had Anida Al-Islamy, Kampung Mede, Bekasi Jaya, Kota Bekasi, Senin (4/12/2023) malam.

Lantunan solawat diiringi musik hadrah terdengar mengiringi kedatangan Mahfud MD dan rombongan. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT), terlihat turut mendampingi Mahfud.

Sejumlah kiai, pengasuh pondok, dan santri menyambut kedatangan rombongan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo itu. Sejumlah masyarakat sekitar pondok pesantren juga terlihat berduyun-duyun datang ke lokasi untuk melihat langsung sosok pasangan Ganjar Pranowo ini.

Saat rombongan datang, mereka memanggil-manggil nama Mahfud. “Pak Mahfud love you, Pak Mahfud menang,” teriak mereka. Ada juga yang berteriak, “Ganjar-Mahfud, Ganjar-Mahfud.”

Mendengar teriakan itu, Mahfud terlihat melambaikan tangan dan melempar senyum.

Usai berbincang dengan pengurus ponpes, Mahfud menyempatkan diri ziarah ke makam pendiri ponpes Anninda Al-Islamy, KH. Muhammad Muhajirin Amsar Addaary.

Usai ziarah, Mahfud langsung menghadiri acara Halaqoh Kebangsaan dan Silaturahmi bersama kiai se-Kabupaten/Kota Bekasi di ponpes itu.

Saat berdialog, seorang santri bertanya boleh tidaknya kampanye dilakukan di area pendidikan. Mahfud tersenyum mendengar pertanyaan itu.

Kata Mahfud, kampanye di lingkungan pendidikan dibolehkan asal dilakukan secara dialogis, bukan dengan gembar-gembor ajakan memilih calon.

“Kalau kaya gini dialog gini ya boleh. Tidak menunjukkan diri sendiri. Tetapi menunjukkan program yang bisa di diskusikan. Seperti saat ini,” kata dia.
Yang tak kalah pentingnya, kata dia, kegiatan kampanye di lingkungan sekolah mendapat persetujuan dari pihak sekolahnya.

“Yang penting disetujui pihak sekolah, panitia penyelenggara, pimpinan menyetujui,” kata Mahfud.

Ada dua tingkatan politik yang bisa dilakukan di ranah pendidikan yakni high politik dan low politik.

“High politik sendiri bisa di kampanyekan di Masjid atau dimana gitu. Kamu harus jujur, pemerintah harus tegas, Pemerintah harus hadir, itu hight politik. Kalau low politik seperti pilih saya itu tidak boleh dilakukan di kampus,” pungkasnya. (*)

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

DPP KNPI
Politik & Keamanan

Saiful Chaniago Desak TNI POLRI Tindak Tegas Pengibar Bendera GAM

JAKARTA, Bisnistoday- Pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka(GAM) pada Peringatan Hari Damai Aceh...

Politik & Keamanan

Persaingan Kursi Wamenhan Memanas: Sosok Norman Joesoef dan Sorotan Isu Monopoli Alutsista

Jakarta, Bisnistoday,- Bursa calon Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) kini mulai menyita perhatian...

Politik & Keamanan

Pengamat Unpad Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri Usai Imbauan Lawan Begal

BANDUNG, Bisnistoday - Pengamat Sosial Universitas Padjadjaran (Unpad) Herry Wibowo mengingatkan masyarakat...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Perang di Timteng Jadi Frozen Konflik, Mahfuz Sidik: Kekuatan Amerika di Teluk Bakal Benar-benar Lumpuh

JAKARTA, Bisnistoday- Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, perang antara Iran...