JAKARTA, Bisnistoday — Fuad Adikusuma, Sales Director PT. Penta Nusa Bahagia, yaknı sebuah perusahaan yang bergerak dalam membantu melaksanakan import untuk perusahaan yang belum memiliki ijin import. mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik untuk produk papan kayu kering Red Grandis dari Uruguay.
Pernyataan ini disampaikan Fuad pada Bisnistoday Senin (1/7) terkait kebutuhan bahan baku alternatif untuk perusahaan furniture dan wood working yang bersertifikat FSC dan comply dengan aturan baru EUDR yakni peraturan UE tentang produk bebas beforestasi. Penta Nusa Bahagia sendiri telah memiliki sertifikat FSC, PEFC dan SVLK yang mutlak diperlukan untuk upaya import bahan baku yang bersertifikat.
Fuad mengatakan papan kayu kering Red Grandis memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku furniture dan kerajinan di Indonesia yang semakin meningkat. Beberapa keunggulan dari papan kayu kering Red Grandis menjadikannya pilihan ideal bagi pasar Indonesia.
Red Grandis dikenal memiliki kualitas yang sangat baik dengan tekstur yang halus dan serat kayu yang menarik, menjadikannya cocok untuk berbagai aplikasi seperti pembuatan furnitur, pintu, jendela, dan komponen konstruksi lainnya.
“Red Grandis dari Uruguay memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi. Dengan tekstur halus dan serat kayu yang menarik, kayu ini sangat ideal untuk industri furnitur yang dalam aplikasinya bisa digunakan untuk produk indoor maupun outdoor. Sehingga bisa menjadi alternatif untuk kebutuhan mahoni, meranti, ataupun bahkan jati FSC100%.
‘’Kami di PT Penta Nusa Bahagia sendiri siap membantu para pelaku industri mebel dan kerajinan dalam soal bahan baku kayu. Maksudnya kami siap mensuplai kebutuhan kayu yang diperlukan para pengusaha mebel dan kerajinan di Indonesia. Karena kami sendiri memiliki sumber bahan baku kayu dari negara-negara yang dikenal sebagai penghasil kayu di dunia,’’ jelasnya.
Fuad Adikusumo sendiri di DPP HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia), sebuah organisasi tempat berkumpulnya para pelaku industri mebel dan kerajinan Indonesia menjabat sebagai Wakil Bahan Baku dan Bahan Pembantu.
Dikatakan, perusahaan pensuplai kayu yang berasal dari Uruguay memiliki kawasan hutan sendiri, sehingga asal-usul kayunya bisa diketahui dengan jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Karena data tentang kayu itu terdata dengan baik, sehingga memudahkan untuk dimonitor.
Apalagi sekarang negara-negara tujuan ekspor bagi produk mebel dan kerajinan salah satunya dari Indonesia wajib memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan negara-egara tujuan ekspor seperti di Benua Eropa. Karena negara-negara di Eropa yang menjadi tujuan ekspor itu telah memberlakukan persyaratan yang spesifik atau khusus terkait penggunaan bahan baku kayu, dimana asal-usul kayu yang ditebang harus jelas.
Bukan itu saja, kayu yang digunakan untuk bahan furniture atau kerajinan yang diekspor tidak berasal illegal logging. Peraturan ini diterapkan dalam rangka menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari paru-paru dunia agar hutan itu tetap lestari.
“Hadirnya regulasi deforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) sangat berpotensi menimbulkan kesulitan bagi pelaku industri mebel dan kerajinan di Indonesia yang selama ini produknya banyak diekspor ke negara-negara Eropa,’’ kata Fuad.
Terkait regulasi yang ditetapkan pemerintah negara-negara Eropa ini PT Penta Nusa Bahagia sudah siap memberikan solusi dengan suplai kayu yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan sejumlah negara di Eropa tersebut. Karena itu, pelaku industri mebel dan kerajinan nasional yang tergabung dalam HIMKI pun bisa dengan tenang berproduksi dan memasarkan produknya untuk pasar ekspor Eropa.
Kayu Red Grandis yang dipasarkan PT Penta Nusa Bahagia di Indonesia, berupa kayu papan kering, sehingga sangat membantu para perajin mebel dan kerajinan dalam membuat produk lebih efisien. Selain itu ketebalan kayu papan kering yang ditawarkanya berdiameter diatas 15 centimeter dengan panjangnya pun di atas 4 meter.
Kayu Red Grandis, jelas Fuad dapat ditebang atau dipanen setelah usia 25 tahun dan diameternya pun di kisaran 55 hingga 60 centimeter. ‘’Di Indonesia untuk mendapatkan kayu papan kering dengan ketebalan di atas 15 cm dan panjang 4 meter sangat susah. Dengan ketebalan dan panjang seperti itu sangat menolong para perajin dalam membuat produk, sehingga bekerja pun lebihefisien,’’ kata Fuad.
Selain berasal dari Uruguay kayu yang dipasakan PT Penta Nusa Bahagia ke Indonesia juga mendapatkan pasokan kayu keras papan kering berasal dari BALLIE LUMBER CO di Amerika Serikat, dengan jenis kayu seperti White Oak, Red Oak,Walnut, Poplar dan lain-lain). //**



