JAKARTA, Bisnistoday – BADAN Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan potensi gempa besar, menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada Senin (20/4/2026).
Para pejabat setempat mengatakan ada peningkatan kemungkinan gempa besar (megathrust) di sepanjang dua palung laut dalam di Samudra Pasifik.
BMKG Jepang memperingatkan penduduk di tujuh prefektur untuk bersiap menghadapi bencana dan mendengarkan informasi terbaru.
Kantor Berita Jepang NHK melaporkan, peringatan tersebut mencakup 182 kotamadya di prefektur Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, Fukushima, Ibaraki, dan Chiba. Masyarakat di daerah tersebut harus mengikuti peringatan tersebut hingga pukul 17.00 Senin depan, 27 April. Namun, peringatan tersebut tidak menyerukan evakuasi lebih awal.
Para pejabat menghimbau masyarakat untuk menyiapkan perlengkapan evakuasi darurat, mengamankan perabot rumah, dan memastikan persediaan makanan, air, dan toilet portabel cadangan.
Selain itu, mereka mendesak masyarakat untuk mencari informasi yang benar dan selalu menghindari penyebaran berita palsu.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk Prefektur Iwate dan pantai Pasifik Prefektur Hokkaido dan Aomori pada Senin sore waktu setempat kemarin. Tsunami setinggi hingga 3 meter diperkirakan akan terjadi, tetapi peringatan tersebut kemudian dicabut.
Kemudian peringatan tsunami untuk sebagian Prefektur Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, dan Fukushima dicabut pada pukul 23.45 pada Senin malam.
Gempa Kuat
Untuk diketahui, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter melanda Jepang utara pada Senin kemarn. Badan meteorologi menaikkan skala gempa dari 7,5 menjadi 7,7 skala Richter yang terjadi di lepas pantai Sanriku, Prefektur Iwate pada pukul 16.52.
Gempa memiliki intensitas di atas 5 pada skala Jepang 0 hingga 7 di daerah yang paling parah terkena dampaknya. Gempa tersebut diperkirakan terjadi pada kedalaman 19 kilometer.
Getaran panjang yang dapat mengguncang gedung-gedung tinggi tercatat di Tohoku. Badan meteorologi menyebutnya sebagai “gerakan tanah periode panjang.” Getaran ini memengaruhi orang-orang di lantai atas. Skala empat tingkat mengklasifikasikan intensitasnya.
Getaran Kelas 3 membuat sulit untuk tetap berdiri. Getaran ini dirasakan di Kota Wakuya di Prefektur Miyagi dan Kota Yokote di Prefektur Akita. Para ahli mengatakan getaran tersebut cukup kuat untuk menjatuhkan perabotan.//
.




