www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

Rully Arya Wisnubroto
Rully Arya Wisnubroto, Senior Economist Mirae Asset Sekuritas./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi pada kuartal II 2026. Di tengah dinamika tersebut, Mirae Asset melihat kondisi ini sebagai momentum bagi investor untuk tetap aktif dan selektif dalam menyusun strategi investasi.

“Volatilitas merupakan bagian dari dinamika global, namun dengan fundamental domestik yang masih relatif terjaga, peluang investasi di pasar Indonesia masih terbuka,” ujar Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto saat Media Day yang digelar pada Selasa, (21/4), dengan mengusung tema Volatility to Opportunity: Market Outlook and Strategy for Q2 2026.

Lebih lanjut Rully menyampaikan bahwa dinamika suku bunga global dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar pada kuartal II 2026. Konflik geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur perdagangan global, turut mendorong tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Rully menambahkan bahwa ruang pelonggaran suku bunga cenderung terbatas di tengah tekanan inflasi dan harga minyak, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diproyeksikan berada di kisaran 5,0% pada 2026.

Investasi Secara Selektif

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, menilai volatilitas pasar membuka peluang bagi investor untuk masuk secara selektif.

“Volatilitas membuka peluang melalui strategi berburu saham diskon dengan pendekatan value investing. Momentum dividen dan kinerja emiten dapat dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama pada saham komoditas dan big caps,” ujar Nafan.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di 7.346–7.447 dan resistance di 7.677–7.774 dalam jangka pendek. Dalam paparannya, Nafan juga menyoroti sejumlah saham big caps yang menarik untuk diakumulasi pada kuartal II 2026, di antaranya ADRO, BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, serta EXCL. Selain itu, saham berbasis komoditas seperti ANTM, BRMS, UNTR, dan MDKA juga dinilai menarik seiring kuatnya harga emas dan dinamika geopolitik global.

Mirae Asset Sekuritas menilai volatilitas pasar bukan semata risiko, tetapi juga peluang yang dapat dimanfaatkan melalui strategi investasi yang tepat. Dengan kombinasi fundamental domestik yang solid serta peluang sektoral yang selektif, investor diharapkan dapat lebih adaptif dalam menangkap momentum pasar pada kuartal II 2026.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ekonom Soroti “Ongkos Pertumbuhan” di Balik Ekonomi 5,61 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026...

Mendag
HEADLINE NEWS

Dari Warung Kopi ke Pasar Dunia, UMKM Indonesia Mulai Bidik Ekspor Global

JAKARTA, Bisnistoday - Ketidakpastian ekonomi global dan persaingan perdagangan yang semakin ketat,...

Tol Dalam Kota
HEADLINE NEWS

Libur Panjang, Jasa Marga Perkirakan Lebih Dari 1,5 Juta Kendaraan Hilir Mudik di Jabotabek

JAKARTA, Bisnistoday - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 1,58 juta...

Thirdhome
HEADLINE NEWSWisata & Kuliner

ThirdHome Bidik Wisatawan Premium, Indonesia Jadi Pasar Strategis di Asia Tenggara

JAKARTA, Bisnistoday - Tren wisata mewah di Indonesia terus menunjukkan geliat positif....