www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Peneliti Politik BRIN Sebut Partai Golkar Selalu Melekat Pada Kekuasaan
Politik & Keamanan

Peneliti Politik BRIN Sebut Partai Golkar Selalu Melekat Pada Kekuasaan

diskusi publik bertajuk “Siapa Cawe-Cawe Dalam Gonjang-Ganjing Partai Golkar?
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Gonjang ganjing Partai Golkar usai mundurnya Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum masih menimbulkan banyak pertanyaan. Dalam diskusi publik bertajuk “Siapa Cawe-Cawe Dalam Gonjang-Ganjing Partai Golkar?” di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (19/8/2024), peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Firman Noor, menyoroti dinamika internal Partai Golkar saat ini.

Menurut dia, tidak heran jika banyak pihak kaget dengan mundurnya Airlangga Hartarto di tengah prestasinya memimpin partai berlambang beringin itu.

Firman menilai Partai Golkar sebagai sebuah institusi politik sangat menjanjikan di masa depan sehingga dirinya menduga ada intervensi kekuasaan dibalik mundurnya Airlangga.

“Sehingga wajar kekuatan yang ingin terus berkuasa, itu menganggap Partai Golkar sebagai sesuatu yang harus dipegang,” kata Firman dalam diskusi publik.

Partai Golkar, lanjut Firman, sangat mudah diintervensi oleh pihak luar karena ideologinya tidak kuat.

“Partai politik yang kuat adalah partai politik yang ideologis. Kurang beruntungnya Partai Golkar, adalah dibungkus dengan jargon selalu berkarya. Sehingga menimbulkan mentalitas yang terpenting adalah menjaga status quo untuk tetap berada di kekuasaan,” terangnya.

Sebab itu, Firman menilai bahwa pada akhirnya guncangan yang terjadi di Partai Golkar akan berkorelasi dengan kekuasaan.

“Pada akhirnya apabila ada goncangan, solusi akhirnya adalah mendekat pada kekuasaan. Kalau kita lihat beberapa peristiwa di Partai Golkar, selalu melekat pada kekuasaan. Analisis saya, sebentar lagi akan ada adjustment untuk membuat Partai Golkar tetap dalam kontrol kekuasaan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Futures Studies, Gde Siriana mengatakan, institusi politik memang sudah secara alamiah akan selalu berada di sisi pemerintah.

Terkait Golkar, Gde Siriana menyebut setidaknya ada dua faktor lain yang menyebabkan Partai Beringin bernasib seperti hari ini.

“Faktor pertama, alamiahnya Partai Golkar adalah partainya pemerintah. Kedua terlalu banyak faksi, sehingga kalau ada kepentingan luar, mudah disambut oleh internal. Ketiga, saya melihat apa yang terjadi hari ini tidak lepas dari kepentingan politik keluarganya Jokowi,” tandasnya.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politik & Keamanan

Partai Gelora Desak Penegakan Hukum Kasus Karhutla Lebih Tegas

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora,...

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, persoalan kekerasan terhadap anak tidak cukup diselesaikan melalui penindakan terhadap pelaku. Perlu ada evaluasi terhadap lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk pola pengasuhan keluarga, interaksi di sekolah, lingkungan pergaulan, serta pengaruh media digital.
Politik & Keamanan

KPAI Dorong RUU Pengasuhan Anak untuk Cegah Kekerasan dan Perundungan

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Pemerintah Diingatkan Dampak Rambatan Dinamika Konflik Timteng terhadap Ekonomi Dalam Negeri

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, bahwa...

Fahri Hamzah
Politik & Keamanan

RUU Pemilu : Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen Dihapus

JAKARTA, BIsnistoday.co.id  - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah...