www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home HEADLINE NEWS Ekonom INDEF : Butuh Kerja Sangat Keras Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%
HEADLINE NEWS

Ekonom INDEF : Butuh Kerja Sangat Keras Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%

Pelabuhan
CRANE Memindahkan kontainer di perlabuhan./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Para ekonom yang tergabung dalam Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan semua pihak khususnya pemerintah untuk berkerja sangat keras untuk menggapai pertumbuhan ekonomi diatas 8%. Banyak tantangan yang dihadapi pemerintah untuk mewujudkan target kabinet pemerintahan baru ini.

“Tantangan ekonomi yang dihadapi oleh Presiden baru periode 2025-2029 yang perlu dibenahi untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak ringan. Apalagi, selama ini, zona nyaman berada di pertumbuhan 5% beberapa tahun terakhir,” urai  Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif INDEF, saat Sarasehan 100 Ekonom 2024 bertajuk  “Estafet Kepemimpinan Baru Menuju Akselerasi Ekonomi” baru-baru ini, di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta.

Selain pertumbuhan stagnan 5%, Esther menyebutkan berbagai tantangan pertumbuhan, yakni kedua, pelemahan daya beli dan turunnya jumlah penduduk middle income class membuat pertumbuhan konsumsi rumah tangga melemah.  Demikian juga, ketiga yakni penyempitan ruang fiskal dan beban utang yang kian meningkat.

Ester juga mengingatkan tantangan yang tidak bisa dianggap remeh, yakni tantangan risiko global yang kian tidak pasti karena perubahan arah kebijakan US dan konflik geopolitik yang meluas. Karena itu, Esther mengingatkan pentingnya mengawal fiskal dan moneter untuk dapat mengakselerasi ekonomi dan menciptakan stabilitas ekonomi yang kokoh.

Sementara, Raden Pardede, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menuturkan, kemenangan Trump menciptakan tantangan ekonomi baru di tingkat global.Dari sisi perdagangan, Indonesia akan memanfaatkan GSP dari Amerika Serikat untuk pembebasan tarif bea masuk. “Dengan status country strategic partner dan kerjasama IndoPasifik serta proses keanggotaan OECD, maka posisi Indonesia akan lebih baik.”

Sementara, didalam diskusi,Faisol Riza – Wakil Menteri Perindustrian mengutarakan,bahwa perubahan situasi perdagangan global menjadi tantangan dan peluang bagi Indonesia. Saat ini banyak permintaan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk bertemu dengan pihak Kementerian Perindustrian agar ekspor dari Tiongkok bisa dilakukan melalui  Indonesia. Karena itu, perlu perbaikan regulasi dengan cepat untuk menghadapi kemungkinan serbuan investasi.

Pengorbanan Berkali Kali Lipat

Faisol mengatakan, pada RPJMN dari Asta Cita menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen diperlukan kontribusi industri non-migas 20 persen pada 2029. Hal tersebut menurut Faisol bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan upaya yang berlipat.

“Pemerintah menetapkan strategi, diantaranya yaitu, mengembangkan industri prioritas, akselerasi ekspor produk dan jasa  industri, penguatan industri kecil dan menengah sebagai rantai pasok, pengembangan industri hijau, aglomerasi kawasan industri di kawasan industri khusus sebagai pusat  pertumbuhan ekonomi baru dan pengembangan industri halal.”/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PHM
HEADLINE NEWS

Lampaui Target, Produksi Sumur Baru PHM Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

JAKARTA, Bisnistoday.co.id  - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mencatatkan capaian positif...

Industri Elektronik
HEADLINE NEWS

Triwulan III-2026, Industri Manufaktur Tumbuh 5,88 Persen

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)...

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...