JAKARTA, Bisnistoday – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh pemerintah Presiden Prabowo Subianto kini menjalani ujicoba di 100 kabupaten/kota. Meskipun masih dalam tahap percobaan, program ini bertujuan untuk memetakan masalah dan memastikan pelaksanaan program besar ini berjalan efektif.
Prof Dr. Henry Indraguna SH MH, politisi Partai Golkar, menilai pelaksanaan program MBG bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, diperlukan usaha besar dari seluruh penyelenggara negara agar program ini bisa sukses dan mendukung visi menciptakan generasi emas Indonesia 2045 yang unggul dan siap bersaing secara global.
Henry juga memberikan apresiasi terhadap pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga non-kementerian yang fokus pada pemenuhan gizi nasional.
“Badan Gizi Nasional sangat layak diapresiasi karena merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Henry, dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2025).
Menurut Prof Henry, keterlibatan TNI dalam pelaksanaan program MBG adalah keputusan yang tepat. Ia berpendapat, dengan pengalaman dan pelatihan yang dimiliki TNI, program ini akan lebih mudah dijalankan di seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah terpencil.
Fokus pada anak-anak sekolah menjadi sorotan Prof Henry dalam pelaksanaan MBG. Ia menjelaskan, anak-anak usia sekolah merupakan kelompok yang paling tepat untuk diberikan akses makanan bergizi, mengingat dampaknya yang langsung terhadap penurunan angka stunting.
Prof Henry juga menilai bahwa indikator keberhasilan MBG harus mencakup perbaikan gizi dan hasil belajar anak. Program ini, yang diatur dalam Perpres Nomor 83/2024, bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui.
Demi keberhasilan jangka panjang, Prof Henry mengusulkan agar ujicoba MBG juga dilakukan di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi. “Hal ini bertujuan agar program benar-benar dapat menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses makanan bergizi,” tambahnya.
Selain dampak pada gizi, Prof Henry menilai MBG memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Keberhasilan program ini dapat diukur dari meningkatnya kehadiran sekolah, konsentrasi belajar yang lebih baik, serta penurunan kasus perundungan di sekolah-sekolah, dengan pengawasan ketat yang diperlukan.




































