www.bisnistoday.co.id
Jumat , 23 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Menteri UMKM Ajak Apindo Fasilitasi UMKM Terhubung Rantai Pasok Industri
Ekonomi Rakyat

Menteri UMKM Ajak Apindo Fasilitasi UMKM Terhubung Rantai Pasok Industri

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk turut berperan aktif dalam menghubungkan dan memfasilitasi UMKM masuk ke dalam rantai pasok industri.

“Saat ini, keterikatan UMKM dengan industri besar masih sebatas tanggung jawab sosial, bukan dalam bentuk kontrak bisnis yang saling menguntungkan. Kami ingin mengubah pola ini. APINDO memiliki peran strategis untuk mengikat UMKM dalam engagement bisnis yang lebih konkret,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat memberiman sambutan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 APINDO di Jakarta, Jumat (31/01).

Langkah ini dinilai penting guna mengatasi disconnectivity UMKM dengan rantai pasok industri yang selama ini menghambat daya saing produk-produk UMKM di pasar global.

Dalam pertemuan dengan APINDO, Menteri UMKM menyoroti bagaimana negara-negara seperti China, Korea, Jepang, dan India berhasil membangun ekosistem UMKM yang kuat hingga mampu bersaing di tingkat internasional. Salah satu kuncinya adalah keterhubungan erat antara UMKM dengan industri besar.

Sebagai solusi jangka panjang, Menteri UMKM mengusulkan konsep UMKM Holding atau Closed-Loop Inclusive Business System, yang bertujuan mengonsolidasikan UMKM agar dapat berproduksi secara massal agar biaya lebih efisien.

Dengan skema ini, UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi dan bersaing dengan produk impor, khususnya dari China yang terkenal dengan harga murah dan penetrasi pasar yang kuat.

“Kita harus bisa menciptakan sistem yang memungkinkan UMKM memproduksi barang secara massal dengan harga kompetitif. Dengan clustering UMKM di bawah UMKM Holding, biaya produksi bisa ditekan, volume produksi meningkat, dan daya saing pun naik,” ujarnya.

Menteri UMKM mencontohkan keberhasilan industri otomotif dalam menghubungkan komponen-komponen suku cadang dari UMKM ke industri besar.

Hal serupa sudah dilakukan oleh industri oleh-oleh Krisna, yang membina UMKM dengan memberikan pendampingan mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga quality control.

Baca juga:http://Kementerian umkm

Melalui kolaborasi ini, diharapkan APINDO dapat menjadi jembatan antara UMKM dan industri besar, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Konsep ini harus direplikasi di sektor lain. Jika kita mulai sekarang, meski berat, ini akan menjadi langkah maju bagi UMKM Indonesia agar bisa bersaing dengan produk global,” katanya./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi Rakyat

Koperasi Kana Gandeng ORIX, Indogula Jayabaya Siapkan Ekspansi Produksi Gula Merah

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– PT Indogula Jayabaya, anak perusahaan Koperasi Kana yang bergerak di...

ILO dan Kemenko
Ekonomi Rakyat

ILO, OJK dan Kemenko Perekonomian Lanjutkan Program Inklusi Keuangan untuk UMKM dan Pekerja Lewat Program Promise to Impact Fase Tiga

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menggelar acara "Celebrating Achievement, Strengthening...

Ali Mahsun
Ekonomi Rakyat

Ketum APKLI MP : Dasco Berperan Besar Jembatani Aspirasi Pedagang Kecil

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, Dan Pedagang Kaki...

Ekonomi Rakyat

INACRAFT 2026 : Rangkai Tradisi, Teknologi, dan Inovasi Dalam Satu Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali menghadirkan...