www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Presiden Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pegadaian
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pegadaian

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden RI Prabowo Subianto hari ini, Rabu (26/02) meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia yang pertama di Indonesia. Hal ini sebagai langkah mendukung hilirisasi dalam Astacita yang dicanangkan pemerintah.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang ini hari Rabu 26 Februari 2025, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam acara peresmian di Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/03).

Peresmian Bank Emas tersebut ditandai dengan prosesi Presiden memasukkan dummy emas batangan ke dalam treasure box. Pada prosesi tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sunarso, Dirut Pegadaian Damar Latri Setiawan, dan Dirut Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi.

Prabowo mengatakan menjelang HUT Ke-80 RI, untuk pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia memiliki Bank Emas.

Kepala Negara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan Bank Emas ini. Dia menyebut bahwa persiapan untuk Bank Emas memakan waktu yang cukup lama. “Persiapan Bank Emas ini memakan waktu cukup lama. Kalau tidak salah lebih dari empat tahun. Takdir saya bahwa saya yang meresmikan,” ucapnya.

Presiden berharap keberadaan Bank Emas ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Kepala Negara mengatakan Bank Emas ini akan meningkatkan produk domestik bruto Indonesia hingga Rp245 triliun, membuka 1,8 juta lapangan kerja baru, hingga memperluas devisa. “Karena dari hulu hingga hilir emas akan diolah dan disimpan di dalam negeri, dan tidak mengalir ke luar negeri,” ujar Prabowo.

Peresmian Bank Emas merupakan langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat ekosistem industri emas nasional, serta mendukung misi hilirisasi yang dicanangkan dalam Astacita Kabinet Merah Putih.

Pengumuman soal peresmian layanan bank emas ini sebelumnya sudah diutarakan oleh Presiden Prabowo saat mengumumkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam dan kebijakan ekonomi lainnya di Istana Merdeka Jakarta, Senin (17/2) pekan lalu.

Prabowo memaparkan alasan dibentuknya bank emas khusus di Indonesia karena komoditas emas hasil tambang dalam negeri yang diekspor tidak memiliki penyimpanan khusus di dalam negeri.

Baca juga:Quantum Metal Indonesia Gandeng PPUMI Kembangkan Bisnis Investasi Emas di Indonesia

Oleh karena itu, Presiden pun akan meresmikan bank emas pada 26 Februari 2025, dan menjadi yang pertama di negeri ini.

Optimalkan Sumber Daya Emas

Secara terpisah, pengamat perbankan dari Binus University, Doddy Ariefianto menilai sumber daya emas dapat dioptimalkan dengan adanya kehadiran bank emas, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia dengan cadangan emas mencapai 2.600 ton.

“Kalau menurut saya, manfaat terbesar dari pendirian bank emas ini adalah optimalisasi sumber daya emas,” kata Doddy seperti dikutif Antara.

Dengan cadangan emas yang besar tersebut, ujar Doddy, sayangnya sebagian besar produksi emas selama ini diekspor tanpa pengolahan lebih lanjut di dalam negeri. “Dengan adanya bank emas, diharapkan pengelolaan dan pemanfaatan emas domestik dapat lebih optimal, mengurangi ketergantungan pada impor, dan meningkatkan cadangan emas nasional,” kata dia.

Doddy mengingatkan, potensi bisnis lain juga dapat berasal dari perdagangan emas, simpan-pinjam emas dan penitipan emas. Menurut perkiraan OJK, nilai tambah industri emas (plus related) mencapai Rp30 triliun – Rp50 triliun. “Emas juga digunakan untuk industri seperti elektronik, instrumen kesehatan, perhiasan, dan sebagainya. Ada potensi di sini juga,” ujar Doddy.

Senada dengan Doddy, Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan saat dihubungi terpisah juga memandang bahwa prospek bank emas (bullion bank) ke depannya akan semakin besar.

Hal ini mengingat emas merupakan salah satu alternatif investasi yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia dan nilai emas juga dalam jangka panjang memiliki kecenderungan naik.

“Bagi bank atau lembaga yang ditunjuk sebagai bullion bank juga perlu meningkatkan sistem keamanan dalam penyimpanan emas di bank termasuk di dalamnya bagaimana bullion dapat menjaga kepercayaan masyarakat terkait jaminan keaslian emas,” kata Trioksa./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PHM
HEADLINE NEWS

Lampaui Target, Produksi Sumur Baru PHM Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

JAKARTA, Bisnistoday.co.id  - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mencatatkan capaian positif...

Industri Elektronik
HEADLINE NEWS

Triwulan III-2026, Industri Manufaktur Tumbuh 5,88 Persen

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)...

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...