JAKARTA, Bisnistoday – ATLAS (Accelerating Transformation & Linkage for Advancing Startups), aliansi strategis lintas negara di Asia Pasifik, telah resmi dibentuk pada Asia MirAI Day 2025. Inisiatif ini menyatukan penggerak ekosistem startup terkemuka dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, bertujuan memperkuat kerja sama regional dan mendorong inovasi lintas batas.
Empat kekuatan pendiri ATLAS adalah KUMPUL (Indonesia), TechShake (Filipina), Techsauce (Thailand), dan InnoLab Asia (Vietnam). Peluncuran inisiatif penting ini telah terlaksana di Tokyo pada 7 Mei 2025, dalam acara Asia MirAI Day 2025 yang mempertemukan berbagai pelaku ekosistem.
Faye Wongso, Chairperson KUMPUL dan co-founding member ATLAS, menegaskan, “Di tengah perubahan peran Asia dalam perekonomian global, kami percaya kolaborasi adalah bahan bakar utama untuk mempercepat transformasi yang nyata,” ujar Faye, dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).
Inisiatif ATLAS diharapkan membuka jalan bagi para founder lokal untuk menjangkau peluang global dan memperkuat semangat kewirausahaan di Asia Pasifik.
Setiap penggerak ekosistem pendiri ATLAS membawa rekam jejak lebih dari satu dekade dalam mendukung pertumbuhan startup di Asia Pasifik. Mereka secara konsisten mempercepat adopsi inovasi dan memfasilitasi kerja sama antara pelaku bisnis, investor, serta pembuat kebijakan di kawasan ini.
Peresmian ATLAS ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh para anggota pendiri, menegaskan komitmen bersama mereka untuk membentuk masa depan inovasi Asia Pasifik. Penandatanganan MoU ini melibatkan tokoh kunci seperti Faye Wongso (KUMPUL) dan Kotaro Adachi (TechShake).
Untuk mencapai misinya, ATLAS akan menghelat berbagai inisiatif kunci, termasuk konvergensi regional tatap muka melalui konferensi dan kunjungan delegasi. Aliansi ini juga akan menghasilkan riset strategis dan menjalankan Program Akselerasi Akses Pasar Global demi membantu startup berkembang di kancah internasional.
Asia Pasifik kini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi kewirausahaan dan teknologi terbesar, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat di negara-negara pendiri ATLAS. Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand semuanya menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi positif yang didorong oleh ekonomi digital dan inovasi teknologi.






































