www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Industri Tekstil Indonesia Siap Gandeng India untuk Modernisasi Permesinan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Industri Tekstil Indonesia Siap Gandeng India untuk Modernisasi Permesinan

Social Media

BANDUNG, Bisnistoday –  Pelaku industri tekstil Indonesia siap menjalin kerja sama dengan India untuk melakukan modernisasi permesinan tekstil di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi dunia dan konflik geopolitik yang  memengaruhi rantai pasok tekstil dan garmen dunia.

Kedua pihak menegaskan perlu kerja sama untuk mempertahankan pertumbuhan industri melalui inovasi teknologi dan modernisasi permesinan tekstil.

Pembicaraan peluang kerja sama antara Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dengan India ITME Society berlangsung pada Interactive Business Session di Bandung, Senin (13/4).  Acara dihadiri sekitar 50 pelaku usaha pertekstilan India dan Indonesia.

Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa mengatakan India cukup maju dalam industri permesinan tekstil dan garmen sehingga produktifitas India cukup tinggi.

Jemmy mengatakan seluruh industri tekstil dan produk tekstil Indonesia akan melakukan berbagai jenis corporate action demi efisiensi energi dan peningkatan produktifitas.

“Kita menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerjasama ini untuk saling belajar dan bekerjasama,” kata Jemmy.

Pembahasan teknologi mesin ramah energi antara India dan Indonesia ini untuk memastikan transformasi teknologi dan otomatisasi bisa diaplikasikan tanpa mengorbankan tenaga kerja padat karya yang saat ini masih sangat dibutuhkan baik di India maupun Indonesia.

“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent,” kata Jemmy.

Kunci Tantangan global

Ketua India ITME Society, Mr Ketan Sanghvi, menyatakan kesiapannya bekerjasama dengan API  demi meningkatkan kinerja industri tekstil dan garmen Indonesia ke pasar dunia.

“Kehadiran kami bersama perusahaan-perusahaan produsen mesin tekstil India ke Indonesia ini, untuk berkolaborasi dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia. Kami siap bekerjasama dalam inovasi dan modernisasi permesinan industri pertekstilan di Indonesia. Indonesia dan India adalah mitra yang sangat penting untuk menjalin kerjasama perdagangan antar negara,” kata Sanghvi.

Sanghvi  mengatakan kolaborasi antara India dan Indonesia menjadi kunci menghadapi tantangan global saat ini untuk mengatasi disrupsi rantai pasok, tekanan biaya energi, dan kebutuhan akan mesin mesin hemat energi dan bertehnologi tinggi. Kemitraan strategis menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri tekstil masa depan.

India merupakan negara yang memiliki kinerja industri tekstil garmen yang sangat maju dibandingkan Indonesia. Total nilai ekspor tekstil dan produk tekstil India tahun 2025 mencapai US$36,96 miliar, eksportir keenam terbesar di dunia, sementara Indonesia US$11,98 miliar, eksportir ke 15 terbesar di dunia.  Market share tekstil dan produk tekstil India pada 2024 mencapai 4,09% sedangkan Indonesia 1,33%.

Interactive Business Session merupakan wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri India dengan mitra lokal dalam rangka memperluas investasi, perdagangan, serta kolaborasi teknologi.

Indonesia dilirik sebagai destinasi strategis, terutama seiring berkembangnya tren sustainable fashion dan digitalisasi rantai pasok global. Selain itu, jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan kelas menengah yang signifikan, serta tingginya komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan ekspor sektor tekstil nasional yang saat ini mampu menunjukkan resiliensi.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...