www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home EKONOMI Industri Tekstil Indonesia Siap Gandeng India untuk Modernisasi Permesinan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Industri Tekstil Indonesia Siap Gandeng India untuk Modernisasi Permesinan

Social Media

BANDUNG, Bisnistoday –  Pelaku industri tekstil Indonesia siap menjalin kerja sama dengan India untuk melakukan modernisasi permesinan tekstil di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi dunia dan konflik geopolitik yang  memengaruhi rantai pasok tekstil dan garmen dunia.

Kedua pihak menegaskan perlu kerja sama untuk mempertahankan pertumbuhan industri melalui inovasi teknologi dan modernisasi permesinan tekstil.

Pembicaraan peluang kerja sama antara Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dengan India ITME Society berlangsung pada Interactive Business Session di Bandung, Senin (13/4).  Acara dihadiri sekitar 50 pelaku usaha pertekstilan India dan Indonesia.

Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa mengatakan India cukup maju dalam industri permesinan tekstil dan garmen sehingga produktifitas India cukup tinggi.

Jemmy mengatakan seluruh industri tekstil dan produk tekstil Indonesia akan melakukan berbagai jenis corporate action demi efisiensi energi dan peningkatan produktifitas.

“Kita menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerjasama ini untuk saling belajar dan bekerjasama,” kata Jemmy.

Pembahasan teknologi mesin ramah energi antara India dan Indonesia ini untuk memastikan transformasi teknologi dan otomatisasi bisa diaplikasikan tanpa mengorbankan tenaga kerja padat karya yang saat ini masih sangat dibutuhkan baik di India maupun Indonesia.

“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent,” kata Jemmy.

Kunci Tantangan global

Ketua India ITME Society, Mr Ketan Sanghvi, menyatakan kesiapannya bekerjasama dengan API  demi meningkatkan kinerja industri tekstil dan garmen Indonesia ke pasar dunia.

“Kehadiran kami bersama perusahaan-perusahaan produsen mesin tekstil India ke Indonesia ini, untuk berkolaborasi dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia. Kami siap bekerjasama dalam inovasi dan modernisasi permesinan industri pertekstilan di Indonesia. Indonesia dan India adalah mitra yang sangat penting untuk menjalin kerjasama perdagangan antar negara,” kata Sanghvi.

Sanghvi  mengatakan kolaborasi antara India dan Indonesia menjadi kunci menghadapi tantangan global saat ini untuk mengatasi disrupsi rantai pasok, tekanan biaya energi, dan kebutuhan akan mesin mesin hemat energi dan bertehnologi tinggi. Kemitraan strategis menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri tekstil masa depan.

India merupakan negara yang memiliki kinerja industri tekstil garmen yang sangat maju dibandingkan Indonesia. Total nilai ekspor tekstil dan produk tekstil India tahun 2025 mencapai US$36,96 miliar, eksportir keenam terbesar di dunia, sementara Indonesia US$11,98 miliar, eksportir ke 15 terbesar di dunia.  Market share tekstil dan produk tekstil India pada 2024 mencapai 4,09% sedangkan Indonesia 1,33%.

Interactive Business Session merupakan wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri India dengan mitra lokal dalam rangka memperluas investasi, perdagangan, serta kolaborasi teknologi.

Indonesia dilirik sebagai destinasi strategis, terutama seiring berkembangnya tren sustainable fashion dan digitalisasi rantai pasok global. Selain itu, jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan kelas menengah yang signifikan, serta tingginya komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan ekspor sektor tekstil nasional yang saat ini mampu menunjukkan resiliensi.

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Besar Kelebihan Dana, Kemenkop Dorong Dukung Kopdes

YOGYAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi besar memberikan dukungan kepada Koperasi...

EKONOMIGLOBALKawasan Global

Dampak Konflik Timur Tengah Bayangi Pertemuan IMF

JAKARTA, Bisnistoday - Perang antara AS dan Israel dengan Iran menjadi topik...

Proyek Aspal Jalan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Segera Rampung

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan  penyusunan Rancangan...

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi (dok: PTPN)
EKONOMIEkonomi Rakyat

PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

BOGOR, Bisnistoday  –  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan...