www.bisnistoday.co.id
Selasa , 4 Agustus 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Yasin Ayari, Pemain Berdarah Tunisia yang Jadi Pahlawan Swedia
Sport & Health

Yasin Ayari, Pemain Berdarah Tunisia yang Jadi Pahlawan Swedia

Ayahnya berasal dari Tunisia dan ibu Maroko, tetapi Ayari lahir dan besar di Swedia.

Pemain Swedia, Yasin Ayari (Instagram @yasin_ayari)
Pemain Swedia, Yasin Ayari (Instagram @yasin_ayari)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bola itu bersarang ke sudut atas gawang Tunisia di menit ke-7. Ribuan penonton yang hadir di pertandingan Piala Dunia Grup F, di Stadion Monterey, Meksiko pun bergemuruh.

Pencetak gol yang cukup indah itu adalah seorang pemuda berusia 22 tahun, bernama Yasin Ayari.  Usai mencetak gol melalui tendangan voli yang cukup keras itu, ia tidak melakukan selebrasi berlebihan seperti yang biasa dilakukan pemain lainnya. Ayari memilih untuk mengangkat kedua tangannya sebelum menjatuhkan diri ke tanah untuk bersujud.

Meski berseragam The Yellow-Blue, Swedia, Ayari memiliki ikatan mendalam dengan Tunisia yang mengalir dalam darahnya. Ayahnya berasal dari Tunisia dan ibu Maroko, tetapi Ayari lahir dan besar di Swedia. Pada usia 18 tahun, pesepakbola berbakat ini memutuskan untuk mewakili negara kelahirannya sendiri, bukan negara orang tuanya, dan ayahnya mendukung keputusan tersebut.

“Saya ingin dia bermain untuk Swedia,” kata Azzouz Ayari kepada surat kabar Swedia Aftonbladet.“Dia harus merasa seperti sedang membalas budi kepada negara yang telah membesarkannya.”

Ditawari Tunisia

Azzouz, yang bermigrasi ke negara Skandinavia tersebut, mengungkapkan bahwa putranya ditawari tempat di timnas Tunisia, tetapi baik ayah maupun anak ini tidak menganggapnya sebagai pilihan.

Ayari mulai bermain sepak bola pada usia tujuh tahun di tim junior klub kota kelahirannya, Rasunda, di Solna, sebelum pindah ke klub raksasa sepak bola Skandinavia, AIK, di mana ia memulai debut tim seniornya pada 2020.

Gelandang serang ini dikontrak oleh klub Liga Premier Inggris, Brighton & Hove Albion, pada 2023, dan melakukan debutnya di tim nasional Swedia pada tahun yang sama.

Menurut Ayari keputusannya untuk mengenakan seragam kuning dan biru Swedia alih-alih merah dan putih Tunisia, merupakan hal yang wajar karena sudah semestinya ia membela negara kelahirannya.

Ketika pengundian grup Piala Dunia 2026 diumumkan pada Desember, Ayari kaget begitu mengetahui Swedia harus melawan negara asal ayahnya. “Sungguh gila bahwa kami berada satu grup dengan mereka (Tunisia),” katanya.

Pemain muda berbakat ini menjadi pemain yang menonjol dalam kemenangan Swedia atas Tunisia, dan ia menutup penampilan dominan mereka dengan gol individu yang luar biasa di menit ke-95.

Ayari menemukan bola di tepi gawang Tunisia dan mengirimkannya ke sudut jauh untuk mencetak gol Piala Dunia keduanya dalam pertandingan debutnya sekaligus membawa Swedia unggul telak 5-1. Kali ini, ia merayakan dan menikmati tepuk tangan meriah dari penonton Swedia.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sport & Health

Jogja Run’nShine 2026 Targetkan 3.500 Pelari

JAKARTA, Bisnistoday - Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM),...

Turnamen Tenis
Sport & Health

Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Beregu

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meraih...

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Sport & Health

Posisi Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam

JAKARTA, BSNISTODAY - Presiden FIFA Gianni Infantino dianggap tidak lagi layak memimpin...

Kericuhan pasca final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Spanyol. (dok:Reuters/Aljazeera)
Sport & Health

FIFA Siapkan Sanksi untuk Argentina

JAKARTA, Bisnistoday – Penampilan Argentina di final Piala Dunia 2026 beberapa waktu...