JAKARTA, Bisnistoday – Harry Kane mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Krosia 4-2 di pertandingan penyisihan Grup L Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari. Atas prestasinya itu, Kane menyamai rekor seniornya, Gary Lineker yang telah mencetak 10 gol di turnamen akbar empat tahunan tersebut.
Sesuai prediksi, pertandingan antara Inggris-Kroasia di Dallas, Amerika Serikat, berlangsung sengit. Skill dan kekuatan materi pemain kedua tim relative seimbang. Kekalahan Inggris melalui perpanjangan waktu dari Kroasia di semifinal Piala Eropa 2018, menambah ketegangan laga tersebut.
Kane yang tampil cemerlang di Bayern Muenchen, membuka skor dari titik putih pada menit ke-12 setelah Noni Madueke dijatuhkan di kotak penalti oleh Luka Modric.
Penjaga gawang Krosia, Dominik Livakovic sempat menggagalkan tendangan Kane tetapi ia dianggap telah bergerak keluar dari garis gawang terlalu cepat, sehingga penalty harus diulang. Kane pun tidak mengulangi kesalahan dengan melepaskan tembakan keras ke sudut kanan.
Namun, Martin Baturina menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Ia melepaskan tembakan ke sudut gawang dengan kecepatan dan ketepatan yang berhasil ditepis Jordan Pickford, tetapi bola tetap meluncur ke dalam gawang. Gol tersebut mengakhiri rentetan 10 kali tanpa kebobolan Inggris.
Kane, yang menjadi kapten, membawa Three Lions kembali unggul pada menit ke-42. Pemain berusia 32 tahun itu menyundul bola sembari melompat memanfaatkan sepak pojok Declan Rice. Itu merupakan golnya yang ke-81 untuk Inggris di seluruh kompetisi internasional.
Namun, kegembiraan Inggris hanya berlangsung singkat karena Kroasia mencetak gol beberapa detik sebelum jeda, ketika sundulan cerdik Ivan Perisic memungkinkan Petar Musa untuk berlari dan menceploskan bola ke gawang.
Namun, harapan Krosia sirna setelah Jude Bellingham tampil gemilang dengan gol ketiga Inggris pada menit ke-47 dan kemudian Rashford memastikan kemenangan dengan golnya pada menit ke-85.
Titik lemah pertahanan
Terlepas dari hasil akhir, kelemahan pertahanan Inggris jadi sorotan saat mereka kebobolan dua kali karena kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang organisasi pertahanan mereka. Hal ini membuat pelatih Thomas Tuchel tampak marah berjalan menuju ruang ganti saat jeda.//







































