www.bisnistoday.co.id
Kamis , 6 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Gerakan BIPA Mandiri Cetak Pemelajar Asing Berprestasi, dari Juara Internasional hingga Konten Kreator
Humaniora

Gerakan BIPA Mandiri Cetak Pemelajar Asing Berprestasi, dari Juara Internasional hingga Konten Kreator

BIPA Pertiwi
ALUMNI Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Imam Bonjol Padang, Devi Virhana./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sebuah gerakan belajar Bahasa Indonesia yang dirintis secara mandiri berhasil menjangkau hampir 200 warga negara asing dari 33 negara. Tak hanya mampu berbahasa Indonesia, sejumlah peserta kini melanjutkan studi di Indonesia, menjadi konten kreator yang memperkenalkan Indonesia kepada dunia, hingga meraih berbagai prestasi pada ajang internasional Festival Handai Indonesia.

Gerakan tersebut adalah BIPA Pertiwi, yang didirikan oleh alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Imam Bonjol Padang, Devi Virhana. Melalui kelas tatap muka dan daring sejak 2016, ia mengajarkan bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan sastra, seni, dan budaya Nusantara kepada warga asing dari Asia, Afrika, Eropa, Australia, hingga Amerika Selatan.

“Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan persahabatan antarbangsa. Saya berharap para pembelajar ini kelak menjadi representasi Indonesia di negara masing-masing melalui profesi apa pun yang mereka tekuni, termasuk sebagai pendidik, jurnalis, konten kreator, maupun pemimpin masyarakat,” ujar Devi.

Menurut Devi, bekal yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi KPI UIN Imam Bonjol Padang membentuk kemampuan komunikasi, berpikir kritis, membangun jejaring, dan memahami keberagaman. Kemampuan tersebut menjadi modal utama dalam membangun komunikasi lintas budaya melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Ketertarikannya pada komunikasi lintas budaya tumbuh sejak kecil. Meski sempat terkendala kondisi ekonomi keluarga sehingga tidak dapat mengikuti kursus bahasa Inggris maupun melanjutkan studi ke luar negeri, ia memilih belajar secara mandiri. Semasa kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang, kini UIN Imam Bonjol Padang, ia mendirikan komunitas komunikasi lintas budaya People in the World sebagai ruang belajar bersama dengan masyarakat dari berbagai negara. Aktivitas tersebut mengantarkannya lulus sebagai lulusan terbaik Fakultas Dakwah.

Perjalanannya di dunia komunikasi internasional semakin berkembang ketika pada 2016 membantu dosennya, Dr. Nora Zulvianti, mendampingi warga negara Rusia. Pengalaman tersebut membuka keyakinannya bahwa bahasa mampu menjadi sarana diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarbangsa.

Keyakinan itu semakin kuat setelah beberapa kali mengikuti seleksi resmi pengajar BIPA di luar negeri namun belum berhasil. Alih-alih berhenti, ia justru mendirikan BIPA Pertiwi sebagai gerakan mandiri yang hingga kini terus berkembang.

Untuk meningkatkan kompetensinya, Devi mengikuti pelatihan guru BIPA yang diselenggarakan SEAMEO QITEP in Language bersama peserta dari sebelas negara. Kiprahnya juga mendapat apresiasi dari Ketua Umum Asosiasi Pengajar BIPA (APPBIPA), Prof. Dr. Gatut Susanto.

Pengikut Program BIPA Pertiwi

Hasil pembelajaran BIPA Pertiwi terlihat dari berbagai capaian para pesertanya. Karim asal Mesir, misalnya, berhasil meraih Juara I pada tiga kategori Festival Handai Indonesia, yaitu lomba pidato bahasa dan budaya, lomba menyanyi, dan lomba berkomedi tunggal. Kini ia aktif membuat konten yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Mesir.

“Saya berharap masyarakat Mesir dan Indonesia semakin dekat. Belajar bersama Devi membantu saya memahami bahasa dan budaya Indonesia. Saya juga ingin suatu hari berkontribusi mengembangkan program BIPA di Mesir,” kata Karim.

Prestasi serupa juga diraih Mami dari Jepang yang menjadi salah satu pemenang Festival Handai Indonesia. Menurutnya, cara mengajar Devi membuat proses belajar bahasa Indonesia menjadi lebih mudah.

“Devi mengucapkan bahasa Indonesia dengan sangat jelas sehingga saya lebih mudah memahami pelajaran. Ia juga membantu saya mengatasi kesulitan belajar dan mendorong saya memanfaatkan KBBI untuk memperkaya kosakata. Saya ingin terus belajar bahasa Indonesia bersamanya,” ujar Mami.

Sementara itu, Noha, peserta asal Mesir yang kini menempuh studi doktoral di Indonesia, berharap dapat memperkenalkan seni tradisional Indonesia, termasuk gamelan, kepada masyarakat Mesir. Peserta lainnya, Mariam Ashraf, berhasil meraih berbagai penghargaan dalam kompetisi bahasa Indonesia, aktif membuat konten tentang Indonesia, dan bercita-cita menjadi pengajar BIPA di masa depan.

Dalam pembelajarannya, Devi tidak hanya mengajarkan tata bahasa Indonesia, tetapi juga membimbing peserta mengembangkan keterampilan komunikasi, seperti berbicara di depan umum, menjadi pembawa acara, berpidato, menulis, membuat konten digital, berpantun, membaca puisi, hingga menyanyikan lagu-lagu Indonesia. Menurutnya, bahasa akan lebih mudah dipelajari ketika digunakan dalam aktivitas komunikasi yang nyata.

Selain aktif mengembangkan BIPA Pertiwi, Devi juga tetap menjaga akar keilmuan yang diperolehnya selama kuliah. Ia pernah menjadi peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Korpri pada cabang dakwah. Baginya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui pengenalan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

“Keberhasilan mengajar bukan diukur dari berapa banyak orang yang menghafal tata bahasa Indonesia, tetapi ketika mereka mulai mencintai Indonesia dan secara sukarela memperkenalkan bahasa, budaya, serta nilai-nilai Indonesia di negara mereka sendiri. Itulah yang saya harapkan dari setiap pembelajar BIPA,” ujar Devi./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Humaniora

Lima Dekade Menanti, SD Negeri Miangas Kini Dapat Bantuan Revitalisasi

KAB. KEPULAUAN TALAUD  – Berdiri sejak 5 Agustus 1976, SD Negeri Miangas...

Humaniora

Rektor Widyatama: Kurikulum Harus Sesuai Kebutuhan Industri agar Lulusan Siap Kerja

BANDUNG, Bisnistoday -Universitas Widyatama menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan tinggi yang mampu...

Beasiswa Inggris
Humaniora

Kemendikdasmen dan Pemerintah Inggris Siapkan Beasiswa “Chevening”

 JAKARTA, Bisnstoday - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Inggris...

Mendikdasmen
Humaniora

Jutaan Buku Bacaan Bermutu Dikirim untuk Perkuat Literasi Anak Indonesia

KUDUS, Bisnistoday - Dus-dus berisi buku mulai meninggalkan Kudus menuju berbagai penjuru...