www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

Trading Saham
ILUSTRASI pergerakan harga saham di papan perdagangan digital, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin masih tampak melemah, ditutup melamah 0,55% ke posisi 6.220. Kendati pasar terlihat melemah, arus modal asing mulai berani masuk ke pasar saham, secara selektif di saham perbankan.

Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, meskipun IHSG kemarin terkoreksi, arus asing dalam dua hari terakhir justru berbalik net buy di saham-saham big cap perbankan, terutama BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

“Net outflow asing secara agregat masih terjadi, namun tekanan jual lebih dominan di nama-nama spekulatif seperti DSSA dan BUMI,” terang Rully di Jakarta, Kamis (18/6). Sementara, nilai tukar Rupiah dalam dua hari terakhir juga relatif stabil di kisaran 17.700 per dolar AS, meski kemarin sempat terkoreksi tipis.

Dengan latar belakang tersebut, Rully memperkirakan BI akan menahan BI rate di 5,50% hari ini, setelah akumulasi kenaikan 75 bps sejak Mei. Dalam jangka pendek, fokus utama BI kemungkinan tetap pada stabilitas nilai tukar, sementara keputusan suku bunga selanjutnya akan diambil secara lebih hati-hati dan tetap bergantung pada data yang masuk.

Sementara, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fixed Income, Jessica Tasijawa mengutarakan sejumlah sentiment yang dinilai menjadi perhatian pelaku pasar. Pertama, pertemuan kebijakan pertamanya sebagai Ketua Fed, Kevin Warsh mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah di 3,50-3,75% tetapi menyampaikan pesan yang lebih hawkish dari perkiraan, dengan dot plot yang diperbarui menandakan kemungkinan kenaikan suku bunga lain akhir tahun ini.

Pemerintah sedang mempersiapkan penerbitan Obligasi Panda berdaulat di Tiongkok sebagai bagian dari strateginya untuk mendiversifikasi sumber pendanaan, memperluas basis investornya, dan memperdalam kerja sama keuangan di tengah ketidakpastian global.

“Dalam pandangan kami, inisiatif ini dapat meningkatkan fleksibilitas pendanaan dan mengurangi ketergantungan pada pembiayaan dalam mata uang USD, meskipun keberhasilannya akan tetap terkait erat dengan kepercayaan investor terhadap disiplin fiskal, kredibilitas kebijakan, dan standar tata kelola Indonesia.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri Nusron
HEADLINE NEWSNasional

Menteri Nusron Ingatkan Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan Untuk Masyarakat

SURABAYA, Bisnistoday - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memasuki...

Singkong
HEADLINE NEWS

Dorong Daya Saing IKM Pangan Berbasis Agro Komoditas Singkong

JAKARTA, Bisnistoday- Singkong menjadi komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi...

Proyek Masela
EnergiHEADLINE NEWS

Proyek Strategis LNG Abadi Masela Untuk Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

Investment Grade Indonesia Aman, Waspadai Risiko Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan S&P Global...