www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home HEADLINE NEWS Ratusan Wilayah Darurat Kekeringan dan Belum Semua Tertangani
HEADLINE NEWSNasional

Ratusan Wilayah Darurat Kekeringan dan Belum Semua Tertangani

Kekeringan
WARGA mengantri pengisian air bersih saat darurat kekeringan, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Tercatat sebanyak 294 lokasi kekeringan akibat El Nino di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 180 titik kekeringan di daerah irigasi (sawah) dan 114 titik kekeringan di kawasan permukiman. Dari jumlah tersebut, menurut Kementerian PU, sebanyak 202 titik atau 68,7% telah selesai ditangani, sedangkan 92 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan per akhir Juli 2026.

Pemerintah menurut Kementerian Pu, telah telah melakukan penangan kekeringan demi menjaga ketersediaan air irigasi, memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian nasional di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

“Yang kita kejar sekarang adalah sebanyak-banyaknya mendapatkan sumber air bawah tanah dan mengalirkannya ke sawah-sawah terdekat. Kita harus menjaga agar produktivitas petani tidak turun meskipun dalam kondisi kekeringan,” kata Menteri Dody Hangogo di Jakarta, Sabtu (1/8).

Kementerian PU bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan memanfaatkan teknologi isotop untuk menelusuri potensi sumber air bawah tanah. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemanfaatan teknologi terus diperkuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penanganan kekeringan di daerah irigasi menjadi prioritas utama mengingat dampaknya terhadap produktivitas pertanian. Dari 180 titik kekeringan di daerah irigasi, sebanyak 160 titik telah selesai ditangani, sedangkan 20 titik lainnya masih dalam proses penanganan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, saat ini pemerintah memfokuskan upaya penanganan pada pencarian sumber-sumber air baru, khususnya air tanah. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan pertanian di tengah kondisi kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah sentra produksi pangan.

Langkah Atasi Darurat Kekeringan

Berbagai langkah darurat dilakukan, antara lain melalui pemompaan air dari sungai ke areal persawahan, normalisasi saluran irigasi, peninggian tanggul saluran secara darurat menggunakan sandbag, pemasangan pipa untuk meningkatkan debit air, serta pembangunan saluran irigasi tersier agar air dapat menjangkau lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan air irigasi sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dalam mendukung swasembada pangan.

Selain itu, Kementerian PU juga bekerja sama dengan BMKG untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah kawasan bendungan sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air pada musim kemarau. Salah satu pelaksanaan OMC telah dilakukan di Bendungan Jatiluhur pada 30 Juli 2026 bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta II, BMKG, dan TNI AU untuk menjaga ketersediaan tampungan air bagi kebutuhan irigasi.

“Operasi Modifikasi Cuaca adalah salah satu cara kita memastikan bahwa air tetap mengalir ke sawah-sawah petani yang ada di sekitar bendungan,” tegas Menteri Dody.

Kekeringan di Kawasan Permukiman

Selain sektor pertanian, menurut Kementerian PU bahwa pemerintah menangani dampak kekeringan di kawasan permukiman. Dari 114 lokasi kekeringan permukiman, sebanyak 42 lokasi telah selesai ditangani, sementara 72 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan. Penanganan darurat dilakukan melalui distribusi bantuan air bersih menggunakan truk tangki serta dukungan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kementerian PU terus memperkuat upaya mitigasi dampak musim kemarau melalui penyediaan sumber air, optimalisasi jaringan irigasi, serta pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan air dan mendukung ketahanan pangan nasional.(# Kementerian PU Tangani 294 Titik Kekeringan di Seluruh Indonesia./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Ferdinan Adinoto memimpin rapat koordinasi bersama Pejabat Pengawas untuk mengevaluasi kinerja dan meningkatkan pelayanan pertanahan.
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantah Palangka Raya Perkuat Pengawasan Kinerja Internal

PALANGKA RAYA, Bisnistoday.co.id – Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya, Ferdinan Adinoto,...

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...

Kabareskrim
HEADLINE NEWS

Bareskrim Ungkap Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden hingga Tokoh Politik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap dugaan praktik penyadapan telepon...