JAKARTA,Bisnistoday,- Karnos Visual Magic secara resmi memperkenalkan karya audiovisual terbarunya yang berjudul Rimba Raya. Proyek ini dirancang untuk membawa petualangan, manusia, dan alam ke dalam satu kesatuan perjalanan cerita. Oleh karena itu, karya ini dikembangkan dari gagasan mengenai kedekatan generasi baru dengan alam. Melalui kekuatan penceritaan, Rimba Raya menghadirkan alam Indonesia melalui perspektif hiburan yang relevan bagi generasi masa kini.
Selain itu, karya ini lahir dari keinginan kuat untuk menyajikan tontonan bermakna. Namun, pesan mengenai kelestarian lingkungan tidak ditempatkan sebagai sebuah ceramah yang menggurui. Sebagai hasilnya, alam hadir secara natural sebagai bagian dari alur cerita, perjalanan karakter, serta konflik emosional yang dibangun sepanjang kisah.
Bagi Karnos Visual Magic, kekuatan utama Rimba Raya terletak pada kemampuannya untuk memikat penonton lewat alur cerita terlebih dahulu. Meskipun demikian, dari pengalaman menonton tersebut, diharapkan tumbuh rasa ingin tahu yang mendalam. Oleh sebab itu, hubungan emosional antara penonton dan alam dapat terjalin dengan lebih erat.
Direktur Utama Karnos Visual Magic, Anton Soeharyo, menjelaskan bahwa pendekatan ini sengaja dipilih agar penonton dapat menikmati sajian hiburannya secara maksimal. “Harapannya sederhana, penonton menikmati ceritanya terlebih dahulu, lalu dari sana muncul rasa ingin tahu dan kedekatan yang lebih besar terhadap alam,” ujarnya saat ditemui di Cafe Si Doel, Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Gagasan awal pengembangan cerita Rimba Raya bermula dari Rano Karno. Ia melihat adanya perubahan cara berinteraksi generasi baru dengan dunia luar. Selain itu, ia juga menyadari semakin jauhnya pengalaman langsung masyarakat modern dengan alam bebas.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Ario Rubbik selaku Sutradara menerjemahkan ide dasar ke dalam bahasa sinema yang memukau. Di sisi lain, Farel Abid berperan sebagai Chief Prompter yang memanfaatkan teknologi generatif untuk membantu pengembangan karakter. Meskipun demikian, teknologi tidak pernah ditempatkan sebagai pusat cerita. Prinsip utama yang selalu dijaga adalah bahwa teknologi harus melayani cerita, bukan sebaliknya.
Pemutaran Perdana
Rimba Raya resmi diperkenalkan kepada publik melalui sebuah acara intim pada 15 Agustus 2026. Acara ini dihadiri oleh para kreator, mitra strategis, insan perfilman, media, figur teknologi, hingga pegiat lingkungan. Sebagai bagian dari acara, sesi siniar atau talkshow menghadirkan para tokoh penting di balik layar untuk membedah proses kreatif pembuatan serial ini.
Selanjutnya, acara berlanjut ke prosesi simbolis berupa penyiraman empat pohon bonsai secara bersama-sama. Prosesi ini melibatkan perwakilan dari Karnos Visual Magic, Vidio, dan Artha Graha Peduli. Kegiatan tersebut menjadi representasi nyata bahwa segala hal yang ingin tumbuh memerlukan waktu, perhatian, dan kepedulian bersama. Malam peluncuran ditutup dengan pemutaran cuplikan resmi serta penayangan perdana Episode 1 bagi para tamu undangan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kehadiran platform digital Vidio dan Yayasan Artha Graha Peduli memberikan warna tersendiri dalam proyek ini. Dhini W. Prayogo selaku SVP Content Acquisition & Partnership Vidio menyatakan dukungannya terhadap eksplorasi cerita lokal yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Artha Graha Peduli, Ronny Leonard, berharap karya ini mampu menumbuhkan kepedulian nyata dari generasi muda terhadap kelestarian alam. Melalui kolaborasi strategis ini, Rimba Raya siap menyapa penonton yang lebih luas sekaligus memulai percakapan penting mengenai masa depan lingkungan Indonesia.(Adit)









































