www.bisnistoday.co.id
Jumat , 23 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Husein Sastranegara Bandung dan Empat Bandara Lain Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB
Nasional

Husein Sastranegara Bandung dan Empat Bandara Lain Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

Pesawat Garuda
PESAWAT Garuda Indonesia mengalami insiden pecah ban di Bandara Hasanudin, Makassar, Kamis (3/9)/
Social Media

TANGERANG, Bisnistoday- Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO) dan empat bandar udara lainnya masih berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pembaruan informasi aeronautika terbaru, periode penutupan kelima bandar udara tersebut diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

EVP of Corporate Secretary, Airnav Indonesia , Hermana Soegijantoro melalui keterangnya di Tangerang, Senin (7/9) menjelaskan,  babhwa Bandar udara yang masih berstatus closed tersebut yaitu:
Pertama, Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status CLOSED, mulai pukul 08.20 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB. Kedua, Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status CLOSED, mulai pukul 08.30 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Sedangkan ketiga, yakni Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status CLOSED, mulai pukul 08.32 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

KEEMPAY DAN kelima maaing-masing Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), status CLOSED, mulai pukul 08.35 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB dan Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status CLOSED, mulai pukul 08.37 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, menurut Hermana, Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, yang berlaku mulai pukul 08.12 WIB pada 7 September 2026.

“Penyesuaian status operasional bandar udara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.”

AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.

Hermana menambahkan, AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

UPI Gelar Vaksin HPV Bersubsidi Rp290 Ribu, Sediakan Kuota untuk 1.000 Peserta

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar vaksinasi human papillomavirus (HPV)...

Nasional

60 Persen Pekerja di Bandung Sektor Informal, Pemkot Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan...

Nasional

Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

JAKARTA, Bisnistoday.co.id -Pernyataan pemimpin puncak operator kapal penyeberangan pelat merah ASDP Indonesia...

Nasional

Dies Natalis ke-72 UPI, Targetkan Penyerapan Lulusan 100 Persen dan Perkuat Hilirisasi Riset

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menargetkan tingkat penyerapan lulusan di dunia...