www.bisnistoday.co.id
Kamis , 1 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Listrik Andal Jadi Kunci Investasi Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat
Ekonomi & Bisnis

Listrik Andal Jadi Kunci Investasi Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat

PASOKAN LISTRIK: PT PLN (Persero) siap memasok listrik untuk mendukung operasional Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) Rimau yang dioperatori PT Medco E&P
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keandalan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung investasi daerah dan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Jawa Barat. Pasokan listrik yang stabil dan berkualitas dibutuhkan dunia usaha untuk menjaga operasional sekaligus mengembangkan bisnis.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Kristian Widya Wicaksono mengatakan, keandalan listrik merupakan bagian dari infrastruktur publik yang berkaitan langsung dengan kesiapan daerah dalam menarik dan mengembangkan investasi.

“Dunia usaha membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan listrik. Pelaku usaha membutuhkan pasokan yang stabil, berkualitas, dan dapat diprediksi agar kegiatan operasional dan pengembangan bisnis dapat berjalan dengan baik,” kata Kristian.

Menurutnya, listrik saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri, UMKM, pertanian, perikanan hingga sektor berbasis teknologi.

Karena itu, pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga berhubungan dengan produktivitas, pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan munculnya kegiatan ekonomi baru di daerah.

“Keandalan listrik harus dilihat sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi dan daya saing daerah,” ujarnya.

Dari sisi investasi, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku usaha selain ketersediaan tenaga kerja, lahan, perizinan, serta potensi ekonomi suatu wilayah.

Kebutuhan listrik pun berbeda-beda sesuai dengan karakter ekonomi masing-masing daerah. Kawasan industri membutuhkan pasokan listrik untuk mendukung proses produksi. Sektor pertanian membutuhkan energi untuk irigasi dan pengolahan hasil, sedangkan sektor perikanan membutuhkan listrik untuk fasilitas seperti cold storage.

Di tengah perkembangan ekonomi digital, kebutuhan listrik juga semakin besar untuk mendukung berbagai fasilitas teknologi, termasuk pusat data.

Menurut Kristian, kondisi tersebut membuat keterhubungan antara sumber listrik dan pusat kebutuhan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan infrastruktur listrik.

“Pembangunan transmisi menjadi sangat strategis. RUPTL terbaru menempatkan pembangunan jaringan transmisi dan interkoneksi sebagai bagian penting untuk menghubungkan sumber listrik dengan pusat kebutuhan,” kata Kristian.

Ia menilai pembangunan jaringan transmisi perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi. Dengan begitu, infrastruktur listrik yang dibangun dapat menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus mendukung perkembangan ekonomi wilayah.

PLN Dukung Kebutuhan Industri di Jawa Barat

Di Jawa Barat, kebutuhan pelanggan dengan daya besar menjadi salah satu gambaran meningkatnya aktivitas industri. PLN UID Jawa Barat, misalnya, menyuplai listrik sebesar 250 MVA kepada IKPP Karawang untuk mendukung ekspansi perusahaan.

Menurut Kristian, manfaat pembangunan dan kebijakan kelistrikan perlu dilihat dari dampaknya terhadap aktivitas ekonomi, bukan hanya berdasarkan besarnya kapasitas listrik yang tersedia.

“Dengan demikian, keberhasilan kebijakan kelistrikan tidak hanya diukur dari berapa banyak listrik yang tersedia, tetapi dari berapa banyak kesempatan ekonomi baru yang dapat tercipta dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Untuk memastikan infrastruktur listrik benar-benar mendukung investasi daerah, diperlukan sinergi antara PLN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

“Yang paling penting adalah menciptakan satu basis perencanaan yang dapat dipercaya,” tuturnya.

Menurut Kristian, pemerintah dapat menyampaikan arah pembangunan dan potensi wilayah, sementara PLN memiliki data serta pengalaman mengenai sistem kelistrikan. Di sisi lain, dunia usaha dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan energi dan rencana pengembangan bisnis.

Keterhubungan informasi tersebut dapat membantu menyelaraskan pembangunan infrastruktur listrik dengan perkembangan kawasan ekonomi dan kebutuhan investasi di daerah.

Bagi Kristian, listrik pada akhirnya merupakan bagian dari kebijakan pembangunan yang lebih luas. Keandalan pasokan listrik berkaitan dengan perkembangan industri, investasi, UMKM, tenaga kerja, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah.

Dengan perencanaan yang terintegrasi dan sinergi lintas sektor, keandalan listrik dapat menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan produktivitas, mendukung investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Pengembangan Investasi Jabar Perlu Ditopang Infrastruktur Kelistrikan

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pengembangan investasi di Jawa Barat perlu didukung infrastruktur kelistrikan...

Kementan
Ekonomi & Bisnis

Ciptakan Petani Naik Kelas, UPT Kementan Kerja Sama dengan BPDP Gelar Pelatihan

PALANGKA RAYA, Bisnistoday.co.id - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Petani pekebun...

Pameran Kelistrikan
Ekonomi & Bisnis

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Pertemukan Ribuan Peserta dan Ratuan Exhibitor

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 sukses diselenggarakan...

Agus G Kartasasmita
Ekonomi & Bisnis

Jadi Magnet Bisnis, Kemenperin x Halal Indo 2026 Raih Komitmen Rp 622 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Industrial Festival x Halal Indo 2026 mempertemukan pelaku industri,...