JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Lintas Teknologi Indonesia menyelenggarakan Lintas Teknologi Solutions Day 2026 dengan tema “AI Is Ready. Are You Part of It?” di Royale Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusuma, pada akhir Oktober lalu, di Jakarta.
Bertepatan dengan perayaan 25 tahun perjalanan perusahaan, forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah, industri telekomunikasi, perusahaan teknologi, dan ekosistem digital untuk membahas kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab dan menghasilkan dampak bagi masyarakat.
Forum ini menyoroti pentingnya kerangka regulasi AI yang jelas dan adaptif. Kepastian regulasi diperlukan untuk memberikan arah bagi industri dalam mengembangkan dan menerapkan AI secara bertanggung jawab, sekaligus menjaga kepentingan publik dan tetap mendorong inovasi.
Bagi PT Lintas Teknologi Indonesia, kesiapan AI tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi. Diperlukan keselarasan antara kebijakan, infrastruktur digital, kebutuhan industri, dan kapabilitas talenta agar inovasi dapat diterapkan secara tepat guna.
“Sebagai system integrator, Lintas Teknologi Indonesia (LTI) mengambil peran untuk mengorkestrasi berbagai kapabilitas teknologi dan menghubungkannya dengan kebutuhan industri. Bagi kami, teknologi harus lebih dari sekadar inovasi; teknologi perlu diintegrasikan menjadi solusi yang relevan, dapat diterapkan, dan menghasilkan dampak nyata bagi pelanggan maupun masyarakat, “ ujar Muhamad Paisol, President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, dalam keterangan resminya.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, operator, principal, dan mitra ekosistem, kata dia, pihaknya ingin memastikan kesiapan AI dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah dan dampak nyata bagi Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor
Melalui Main Conference, forum ini mengangkat perspektif strategis mengenai kebijakan pemerintah, transformasi industri, serta nilai-nilai kemanusiaan dan budaya dalam perkembangan teknologi AI.
Keynote speech disampaikan oleh Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, serta Nezar Patria, M.Sc., M.B.A., Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Sesi konferensi juga menghadirkan Dr. Ir. Ismail, M.T., Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel; Honesti Basyir, Direktur & Chief Strategy and Execution Officer Indosat Ooredoo Hutchison; Sayan Banerjee, Chief Analytics & AI Officer XLSmart; Fopo Rahmat Fauzi, EGM Divisi IT Telkom; serta Muhamad Paisol, President Director PT Lintas Teknologi Indonesia.
Dari sisi fondasi teknologi yang memungkinkan AI berkembang, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menyoroti peran strategis infrastruktur telekomunikasi sebagai landasan utama ekosistem AI. Menurutnya, pertukaran data, komputasi cloud, dan pengembangan aplikasi AI bergantung pada jaringan yang andal.
Karena itu, kesiapan Indonesia perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas dan keterjangkauan konektivitas, perluasan jaringan broadband, serta kolaborasi antara pemerintah dan industri. Ia juga menekankan perlunya kebijakan dan regulasi yang mampu mendukung inovasi, memastikan adopsi AI berlangsung secara bertanggung jawab, dan memperkuat ketahanan digital Indonesia.
Sementara itu, dari perspektif manusia dan kebudayaan, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengingatkan bahwa perkembangan AI merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang tidak dapat dihindari dan akan membawa perubahan terhadap pola hidup, interaksi antarmanusia, serta ekspresi budaya.
Dalam menghadapi perubahan tersebut, ia berharap pemanfaatan AI di sektor kebudayaan tetap mengedepankan pendekatan human-centered AI, dengan menempatkan manusia sebagai pusat dari pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
Fadli Zon juga mengapresiasi Lintas Group yang telah mempertemukan komunitas digital, teknologi, telekomunikasi, dan penyedia AI dalam forum ini. Menurutnya, AI perlu dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, termasuk mengoptimalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan digital, pengembangan konten budaya, dan Intellectual Property (IP) sebagai potensi pertumbuhan ekonomi budaya.
Dari sisi industri, operator telekomunikasi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan layanan digital. Penerapan AI juga membutuhkan kualitas data, kompetensi talenta, serta pemilihan kasus penggunaan (use case) yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pelanggan.
Dalam ekosistem tersebut, LTI menjalankan peran sebagai orkestrator teknologi melalui integrasi kapabilitas berbagai mitra dan eksplorasi solusi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Pendekatan ini diarahkan agar AI dapat diterapkan secara praktis, bukan sekadar menjadi demonstrasi inovasi.
Area Technology Exhibition & Customer Showcase menghadirkan kapabilitas teknologi dari sejumlah perusahaan, yaitu Nokia, ZTE, Cohesity, AWS, HPE, Qualcomm, TrendAI, Arista, dan Xfusion. Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart juga tercantum dalam agenda customer showcase untuk menampilkan kapabilitas AI.
Pengembangan Talenta dan Ekosistem AI
Selain agenda konferensi dan pameran, Lintas Teknologi Solutions Day 2026 menjadi momentum penandatanganan dua kerja sama strategis yang melibatkan PT Lintas Teknologi Indonesia, yaitu dengan Ambit Geospatial Solution dan VoteeAI. Penandatanganan kerja sama dengan Ambit Geospatial Solution dilakukan oleh Muhamad Paisol, President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, dan Eric C. P. Yau, Co-Founder & CEO Ambit Geospatial Solution. Kerja sama ini menjadi landasan untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam secure AI infrastructure, penerapan geospatial AI (GeoAI) untuk perencanaan smart city, serta pengembangan talenta digital lokal guna mendukung transformasi digital Indonesia dan adopsi AI yang bertanggung jawab.
Sementara itu, kerja sama dengan VoteeAI ditandatangani oleh Muhamad Paisol, President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, dan Pak-Sun Ting, Co-Founder & CEO VoteeAI. Kerja sama ini bertujuan mendukung pengembangan talenta dan ekosistem inovasi AI di Indonesia melalui edukasi komunitas, demonstrasi produk, penguatan kapabilitas internal, serta eksplorasi peluang penerapan AI di sektor telekomunikasi. Dalam kedua kolaborasi tersebut, Lintas Teknologi berperan menjembatani kebutuhan industri dengan peluang penerapan solusi, sementara mitra berkontribusi melalui keahlian produk AI, dukungan teknis, dan materi pembelajaran.
Lintas Teknologi Solutions Day 2026 turut menandai 25 tahun perjalanan PT Lintas Teknologi Indonesia melalui semangat “25 Years of Architecting Communications, Creating Opportunities.”
Sebagai bagian dari Lintas Investama Group, perusahaan berfokus pada integrasi sistem dan solusi teknologi, terutama untuk industri telekomunikasi. Melalui Solutions Day, Lintas Teknologi mempertemukan pemerintah, operator, mitra teknologi, dan pelaku industri untuk menyelaraskan kapabilitas teknologi dengan kebutuhan pasar.
Rangkaian acara juga mencakup FunRun 5K dan 10K serta Golf Tournament, yang melengkapi Technology Conference & Exhibition dalam satu forum pertemuan komunitas teknologi dan industri.
Melalui tema “AI Is Ready. Are You Part of It?”, Lintas Teknologi mengajak para pemangku kepentingan untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem AI Indonesia dengan memperkuat kolaborasi, meningkatkan kesiapan infrastruktur dan talenta, serta mengarahkan pemanfaatan teknologi pada manfaat nyata bagi masyarakat. //









































